PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat adanya penurunan frekuensi penerbangan selama Februari 2026. Dibandingkan Januari 2026, jumlah penerbangan mengalami kontraksi cukup signifikan.

Kepala BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, menyampaikan bahwa frekuensi penerbangan pada Februari 2026 tercatat sebanyak 1.146 penerbangan. Angka tersebut turun 16,11 persen dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 1.366 penerbangan.

“Penurunan ini mencerminkan adanya perlambatan aktivitas transportasi udara secara bulanan,” ungkap Agnes pada Selasa, 14 April 2026.

Meski demikian, secara tahunan kinerja transportasi udara di Kalimantan Tengah masih menunjukkan tren positif. Frekuensi penerbangan Februari 2026 tercatat lebih tinggi dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025 maupun 2024.

Menurut Agnes, kondisi tersebut menandakan bahwa sektor transportasi udara masih mengalami pemulihan dan pertumbuhan jika dilihat dalam jangka panjang. Hal ini juga mencerminkan meningkatnya mobilitas masyarakat dibanding tahun-tahun sebelumnya.

“Secara year-on-year, frekuensi penerbangan masih lebih tinggi. Ini menunjukkan aktivitas penerbangan tetap tumbuh meskipun secara bulanan terjadi penurunan,” jelasnya.

BPS Kalteng menilai dinamika ini perlu dicermati sebagai bagian dari pola musiman maupun faktor operasional di sektor transportasi udara, termasuk permintaan penumpang dan penyesuaian jadwal maskapai. (TESTI PRISCILLA/H)