PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Penurunan frekuensi penerbangan di Kalimantan Tengah selama Februari 2026 turut berdampak pada jumlah penumpang dan volume barang angkutan udara. Kondisi ini menjadi bagian dari dinamika sektor transportasi udara secara bulanan.

Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Kalimantan Tengah, Agnes Widiastuti, mengungkapkan jumlah penumpang angkutan udara pada Februari 2026 tercatat sebanyak 100.495 orang. Angka tersebut turun 19,95 persen dibandingkan Januari 2026 yang mencapai 125.548 orang.

“Penurunan jumlah penumpang ini sejalan dengan berkurangnya frekuensi penerbangan selama Februari,” ujar Agnes pada Selasa, 14 April 2026.

Ia merinci, penurunan jumlah penumpang terjadi baik pada arus kedatangan maupun keberangkatan. Jumlah penumpang datang tercatat mengalami penurunan sebesar 28,31 persen, sementara penumpang berangkat turun sebesar 11,38 persen.

"Selain penumpang, volume arus barang yang diangkut melalui jalur udara juga mengalami kontraksi. Secara total, volume barang tercatat turun sebesar 11,34 persen dibandingkan bulan sebelumnya," jelas Agnes.

Menurut Agnes, penurunan tersebut dipengaruhi oleh berkurangnya volume barang bagasi yang dibongkar dan dimuat masing-masing sebesar 28,60 persen dan 17,90 persen, serta penurunan volume barang bukan bagasi yang dimuat sebesar 9,96 persen. Kondisi ini mencerminkan perlambatan aktivitas logistik melalui transportasi udara pada Februari 2026.(TESTI PRISCILLA/H)