LAMANDAU –

BORNEONEWS, Nanga Bulik – Kabupaten Lamandau kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Pada ajang National Governance Award 2026 yang digelar, Jumat, 24 April 2026, daerah ini berhasil meraih penghargaan Top Regency in Local Economy Growth & Creative Financing.

Bupati Lamandau, Rizky Aditya Putra, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menyebut penghargaan ini sebagai kehormatan bagi pemerintah daerah sekaligus seluruh masyarakat Lamandau.

“Alhamdulillah, ini menjadi kehormatan bagi saya dan seluruh masyarakat Kabupaten Lamandau. Apa yang kita lakukan selama setahun terakhir ternyata mendapat perhatian dari banyak pihak,” ujarnya.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Yandri Susanto. Menurut Rizky, capaian ini bukan hasil kerja individu, melainkan buah dari kolaborasi berbagai elemen.

“Capaian ini tidak lahir dari kerja satu orang, tetapi dari kolaborasi semua pihak - pelaku UMKM, komunitas kreatif, dunia usaha, dan masyarakat Lamandau yang terus bergerak,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pertumbuhan ekonomi daerah didorong melalui berbagai inovasi, seperti penyelenggaraan Lamandau Festival dan Bazar Lamandau. Kegiatan tersebut dinilai mampu menghidupkan ruang-ruang kreatif sekaligus memperkuat perputaran ekonomi lokal.

“Melalui inovasi tersebut, kita membuktikan bahwa pertumbuhan ekonomi bisa dibangun dari potensi daerah sendiri, dari kreativitas, dan dari keberanian memberi panggung bagi pelaku lokal,” tambahnya.

Ke depan, penghargaan ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dan memperluas dampak pembangunan ekonomi hingga ke seluruh lapisan masyarakat.

“Penghargaan ini bukan akhir, justru menjadi pengingat bahwa tugas kita belum selesai. Ini energi baru untuk memastikan pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat hingga ke lapisan terbawah,” tutupnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk menjaga semangat kolaborasi demi mewujudkan Lamandau yang semakin maju dan berdaya saing.

“Konsistensi adalah kunci,” pungkasnya. (NATALIA KRISTIN/y)