PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mengungkap masih adanya sejumlah tantangan dalam pelaksanaan pendataan Sensus Ekonomi 2026, khususnya pada sektor rumah tangga dan usaha mikro kecil atau UMKM.

Kepala BPS Kalteng, Agnes Widiastuti, mengatakan tantangan tersebut di antaranya masih rendahnya pemahaman masyarakat terkait pentingnya memberikan data. Kondisi ini kerap menghambat proses pengumpulan informasi di lapangan.

“Sebagian masyarakat belum memahami bahwa data yang mereka berikan sangat penting untuk perencanaan pembangunan dan kebijakan ekonomi,” kata Agnes pada Senin, 27 April 2026.

Selain itu, kekhawatiran data akan digunakan untuk kepentingan pajak juga menjadi kendala. Hal ini membuat sebagian pelaku usaha enggan memberikan informasi secara terbuka kepada petugas.

Agnes juga menyoroti kebiasaan pelaku usaha yang belum tertib dalam pencatatan keuangan. Banyak usaha rumah tangga yang tidak memiliki pembukuan rinci sehingga menyulitkan proses pendataan.

“Ditambah lagi, beberapa pelaku usaha sulit ditemui karena aktivitas usaha dilakukan bersamaan dengan kegiatan rumah tangga,” katanya.

BPS berharap dukungan berbagai pihak dapat memperlancar pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di daerah. (TESTI PRISCILLA/H)