BORNEONEWS, Sampit – Proyek pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) di Jalan Kapten Mulyono, Sampit, yang akan dikerjakan tahun ini mengalami penyesuaian menyusul kenaikan harga material yang cukup signifikan.
"Untuk PJU Kapten Mulyono ini adalah menjadi proyek strategis pemerintah daerah, termasuk dalam sembilan proyek strategis pemerintah daerah. Ini sudah tahapan menyusun HPS (harga perkiran sendiri), mau minta review Inspektorat, mau minta pendampingan dari Kejaksaan," kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kotawaringin Timur (Kotim) Raihansyah, Jumat (1/5/2026).
Namun dalam prosesnya, terjadi perubahan harga satuan bahan (HSBG) yang membuat perencanaan awal harus disesuaikan kembali. Kenaikan harga material, khususnya kabel yang naik hingga 120 persen, menjadi faktor utama.
Karena penyusunan anggaran PJU tersebut dilaksanakan tahun 2025 dengan harga pada saat itu. Akibatnya, Dishub melakukan revisi terhadap HPS serta penyesuaian desain teknis proyek. Meski demikian, perubahan tidak menyentuh spesifikasi utama, hanya saka ada perubahan pengaturan jarak antar tiang PJU.
"Awalnya jarak antar tiang 40 meter, sekarang kami sesuaikan menjadi sekitar 50 meter agar tetap bisa menjangkau seluruh ruas dengan anggaran yang ada," katanya.
Dengan kondisi tersebut, jumlah tiang akan disesuaikan, namun diupayakan tetap mencakup seluruh ruas jalan dari simpang KFC hingga simpang lingkar selatan.
Raihansyah menegaskan, penambahan anggaran tidak memungkinkan dilakukan dalam tahap berjalan, terlebih jika harus melalui perubahan anggaran yang berisiko terhadap kualitas pekerjaan.
"Kami tidak berani jika pekerjaan fisik dilakukan di perubahan anggaran karena waktunya terbatas dan bisa berdampak pada kualitas," tegasnya.
Pemerintah daerah menargetkan proses tender proyek dapat rampung pada Mei 2026, sehingga pekerjaan fisik bisa dimulai pada Juni hingga Juli mendatang.
Proyek PJU ini diharapkan dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan, mengingat ruas Jalan Kapten Mulyono selama ini dikenal rawan kecelakaan, terutama pada malam hari. (DEWI PATMALASARI/H)









