BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP terus memperkuat perannya dalam mendorong pengembangan kewirausahaan berbasis komoditas perkebunan di Indonesia. Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelatihan dan sosialisasi bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM di Kabupaten Sidoarjo.
Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Politeknik LPP Yogyakarta itu diikuti 60 pengusaha UMKM Sidoarjo serta 40 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo atau UMSIDA, khususnya dari Program Studi Teknologi Hasil Pertanian dan Agroteknologi. Program ini difokuskan untuk meningkatkan kapasitas kewirausahaan berbasis komoditas unggulan perkebunan seperti sawit, kakao, dan kelapa.
Direktur Politeknik LPP Yogyakarta, M Mustangin menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi dan pelaku usaha dalam menciptakan inovasi produk bernilai tambah tinggi. Menurutnya, sinergi tersebut menjadi kekuatan besar dalam pengembangan produk berbahan hasil perkebunan.
“UMKM memiliki pengalaman pasar dan kepekaan terhadap kebutuhan konsumen, sementara akademisi membawa inovasi, riset, dan teknologi. Kolaborasi ini menjadi modal penting untuk menciptakan produk yang mampu bersaing,” kata Mustangin dalam rilisnya pada Jumat, 8 Mei 2026.
Sementara itu, Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah menegaskan bahwa BPDP tidak hanya berfokus pada pengelolaan dana, tetapi juga aktif dalam pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan promosi kewirausahaan berbasis komoditas perkebunan.
“BPDP berharap kegiatan seperti ini dapat mendorong lahirnya pengusaha UMKM baru dan menginspirasi mahasiswa untuk berwirausaha dengan memanfaatkan bahan baku sawit, kakao, dan kelapa di Sidoarjo,” kata Helmi.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sidoarjo, M Edi Kurniadi turut mengapresiasi sinergi antara BPDP dan Politeknik LPP Yogyakarta dalam meningkatkan daya saing produk UMKM berbasis komoditas perkebunan. Ia menilai, meski Sidoarjo bukan daerah sentra perkebunan sawit, kegiatan tersebut dapat memunculkan ide-ide baru dalam pengembangan produk berbahan sawit.
Melalui kolaborasi strategis ini, BPDP bersama Politeknik LPP Yogyakarta berharap penguatan kewirausahaan berbasis komoditas perkebunan dapat semakin berkembang di tingkat akar rumput. Selain menghadirkan transfer pengetahuan, program tersebut juga diharapkan membuka peluang lebih besar bagi produk UMKM perkebunan untuk dikenal dan menembus pasar yang lebih luas. (TESTI PRISCILLA/y)









