BORNEONEWS, Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kebakaran Lahan dan Penguatan Sistem Peringatan Dini.
Kegiatan strategis ini difokuskan bagi wilayah regional yang meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan, Kabupaten Pulang Pisau, dan Kabupaten Gunung Mas, sebagai upaya memperkuat sinergi lintas daerah serta meningkatkan keandalan sistem deteksi dini guna meminimalisasi potensi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Bumi Tambun Bungai.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah, Joni Harta melalui Sekretaris Dinas, Noor Halim, hadir secara resmi untuk membuka acara sekaligus memberikan sambutan dan arahan kepada seluruh peserta yang hadir.
Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan perlunya perubahan pendekatan dalam penanganan bencana lingkungan agar lebih efektif dan memberikan hasil jangka panjang.
Dalam arahannya, Noor Halim menyampaikan poin-poin krusial terkait strategi penanganan Karhutla ke depan.
Ia menegaskan bahwa upaya penanggulangan harus mengalami pergeseran paradigma, dari yang semula bersifat penanganan darurat atau reaktif, berubah menjadi upaya pencegahan yang terencana dan berkelanjutan.
Penguatan sistem peringatan dini di tingkat kabupaten dan kota dinilai sebagai instrumen vital, agar pihak berwenang mampu mendeteksi serta merespons munculnya titik panas secara cepat, tepat, dan terukur sebelum api meluas menjadi kebakaran besar.
"Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan harus mengalami pergeseran paradigma, dari yang semula bersifat penanganan darurat (proaktif-reaktif) menjadi upaya pencegahan yang terencana dan berkelanjutan (preventif). Penguatan sistem peringatan dini (early warning system) di lingkup kabupaten dan kota merupakan instrumen vital agar kita mampu mendeteksi serta merespons munculnya titik panas (hotspot) secara cepat, tepat, dan terukur sebelum api meluas," tegasnya, Jumat, 22 Mei 2026.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa koordinasi yang intensif antara empat wilayah tersebut sangat diperlukan.
Hal ini mengingat karakteristik geografis wilayah-wilayah yang saling berbatasan, sehingga potensi kebakaran maupun dampak kabut asap yang ditimbulkan akan saling berpengaruh.
Kerja sama yang erat antarwilayah menjadi kunci utama agar pengawasan dan penanganan dapat dilakukan secara menyeluruh dan tidak ada celah yang terlewat.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan tercipta kesamaan persepsi di antara para pemangku kepentingan, peningkatan kapasitas aparatur di daerah, serta terbentuknya komitmen yang kuat dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup.
"Langkah ini merupakan wujud nyata dukungan terhadap visi pembangunan Kalimantan Tengah yang Makin BERKAH, yaitu Bersih, Elok, Ramah, Kompetitif, Aman, dan Harmonis," pungkasnya. (PATHUR/H)









