SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) bergerak melakukan normalisasi drainase di kawasan sekitar Bandara H Asan Sampit sebagai langkah antisipasi mencegah genangan air di area landasan pacu (runway), terutama saat hujan deras dan pasang.

"Kita meninjau untuk perbaikan drainase, khususnya di ujung bandara ini. Selama ini ternyata air dari daerah barat mengalir melewati kawasan bandara. Saat pasang dan hujan lebat, sebagian runway sempat tergenang," kata Bupati Kotim Halikinnor, Rabu, 10 Juni 2026.

Dirinya menginstruksikan Dinas SDABMBKPRKP untuk membersihkan saluran yang ada serta melakukan penataan aliran air agar tidak lagi menggenangi kawasan landasan pacu.

"Saluran ini akan dibersihkan supaya aliran air lancar. Nanti juga akan dilihat arah pembuangannya sehingga air tidak lagi menuju runway. Dengan begitu, saat hujan maupun pasang, landasan tetap kering," ujarnya.

Halikinnor menegaskan, langkah tersebut penting dilakukan mengingat aktivitas penerbangan di Bandara H Asan Sampit kini semakin rutin. Ia tidak ingin genangan air menjadi kendala yang dapat mengganggu operasional bandara maupun keselamatan penerbangan.

"Harapan kita runway tidak lagi tergenang. Sekarang penerbangan sudah mulai rutin. Kalau ada genangan tentu dikhawatirkan menjadi kendala. Bagaimanapun kondisi hujannya, kami ingin tidak ada air yang menggenang di landasan," tegasnya.

Sementara itu, Kepala Bandara H Asan Sampit Abdul Haris menyambut baik respons cepat pemerintah daerah dalam menangani persoalan drainase di sekitar bandara.

Menurutnya, upaya tersebut merupakan langkah pencegahan agar debit air yang berasal dari luar kawasan bandara tidak seluruhnya masuk ke sistem drainase bandara.

"Kami berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait pengairan yang mengarah ke bandara. Harapannya, jika saluran ini sudah lancar, tidak semua air masuk ke area drainase bandara," katanya.

Ia menjelaskan, pekerjaan pembenahan drainase sudah mulai dilakukan. Dengan normalisasi tersebut, kapasitas saluran diharapkan mampu menampung aliran air sehingga tidak menimbulkan genangan di kawasan bandara.

"Sekarang drainasenya sudah mulai dibenahi. Harapannya debit air tidak masuk seluruhnya ke drainase bandara. Kalau debitnya terlalu besar dan saluran penuh, yang kami khawatirkan bisa terjadi banjir di area bandara," imbuhnya.

Abdul Haris mengungkapkan, sebelumnya memang sempat terjadi genangan air di kawasan bandara saat hujan deras. Namun kondisi tersebut berlangsung singkat dan tidak sampai mengganggu jadwal penerbangan.

"Memang sempat ada genangan, tetapi cepat surut dan tidak sampai menghambat operasional penerbangan. Meski begitu, dari sisi keamanan dan keselamatan penerbangan tentu tetap menjadi perhatian utama," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/H)