BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pemerintah Kabupaten Lamandau menegaskan komitmennya untuk mengambil langkah proaktif dalam pengendalian inflasi daerah, khususnya pada komoditas pangan strategis seperti cabai yang belakangan memberikan tekanan terhadap harga kebutuhan pokok masyarakat.
Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diikuti Bupati Lamandau melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra, Charles, bersama unsur Forkopimda dan instansi vertikal secara virtual dari Ruang Rapat Bupati Lamandau, belum lama ini.
Rakor yang dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir, menekankan pentingnya kemandirian daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan, termasuk dengan mendorong gerakan menanam cabai di masing-masing wilayah.
Dalam arahannya, Tomsi menyebut ketergantungan pasokan antardaerah tidak dapat terus menjadi solusi jangka panjang dalam mengatasi lonjakan harga komoditas.
“Kalau masyarakat di daerah kita adalah kelompok dominan pemakan cabai, maka kepala daerah juga harus bertanggung jawab dengan mendorong produksi sendiri, jangan hanya bergantung pada daerah lain,” tegas Tomsi Tohir.
Sementara itu, Bupati Lamandau melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra, Charles, menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan menindaklanjuti arahan tersebut dengan mendorong peningkatan produksi cabai di tingkat lokal sebagai bagian dari strategi pengendalian inflasi.
Menurut Charles, Pemkab Lamandau menilai penguatan produksi hortikultura, khususnya cabai, menjadi salah satu langkah nyata untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.
“Pemkab Lamandau berkomitmen untuk mengambil langkah proaktif dengan mendorong peningkatan produksi cabai di daerah. Pengendalian inflasi harus dilakukan secara berkelanjutan agar tidak terus berulang,” ujarnya.
Ia menambahkan, upaya tersebut tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi masyarakat, terutama dalam mendukung gerakan pemanfaatan lahan pekarangan untuk komoditas pangan.
Berdasarkan data BPS per Mei 2026, cabai merah menjadi salah satu komoditas penyumbang inflasi tertinggi dengan kenaikan harga mencapai 25,64 persen dan andil inflasi sebesar 0,08 persen. Kondisi ini memperkuat kebutuhan daerah untuk memperkuat produksi lokal agar ketergantungan pasokan dari luar dapat ditekan. (NATALIA KRISTIN/y)









