BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pemerintah Kabupaten Lamandau menilai ibadah haji memiliki dampak penting dalam membentuk perubahan sikap dan perilaku sosial masyarakat setelah kembali ke daerah masing-masing. Hal ini menjadi perhatian Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid dalam menyoroti keberlanjutan nilai ibadah haji di kehidupan sehari-hari.
Abdul Hamid menjelaskan bahwa ibadah haji bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi juga proses pembentukan karakter yang menanamkan nilai kesabaran, disiplin, dan keikhlasan. Menurutnya, nilai tersebut perlu terus dijaga agar tidak hilang setelah jemaah kembali ke lingkungan asal.
Ia menilai banyak jemaah yang mengalami perubahan positif setelah menunaikan ibadah haji, namun tantangan utamanya adalah menjaga konsistensi perubahan tersebut dalam kehidupan sosial.
“Yang menjadi harapan kita adalah bagaimana nilai-nilai yang didapat selama haji itu benar-benar hidup dalam keseharian, bukan hanya berhenti saat kembali dari Tanah Suci,” ujar Abdul Hamid.
Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah melihat pentingnya peran keluarga dan lingkungan dalam menjaga perubahan positif para jemaah agar tetap konsisten menjalankan nilai-nilai keagamaan.
Lebih lanjut, Pemkab Lamandau mendorong agar pengalaman spiritual para jemaah dapat menjadi energi moral dalam memperbaiki kualitas kehidupan sosial di tengah masyarakat. (NATALIA KRISTIN/H)









