BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pemerintah Kabupaten Lamandau melihat jemaah haji sebagai kelompok masyarakat yang memiliki peran strategis dalam memperkuat nilai sosial dan moral di lingkungan tempat tinggal masing-masing.
Pandangan ini disampaikan Wakil Bupati Lamandau Abdul Hamid dalam penekanan terhadap dampak sosial ibadah haji.
Ia mengatakan pengalaman selama menjalankan ibadah haji dapat menjadi modal sosial yang berharga, terutama dalam memperkuat solidaritas, kepedulian, dan kebersamaan di masyarakat. Karena itu, jemaah haji diharapkan tidak hanya menjadi individu yang religius, tetapi juga aktif dalam kehidupan sosial.
Abdul Hamid menjelaskan bahwa nilai kebersamaan yang diperoleh selama di Tanah Suci perlu dibawa pulang dan diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini dinilai dapat membantu memperkuat keharmonisan sosial di daerah.
“Jemaah haji diharapkan bisa menjadi contoh dalam kehidupan sosial, menjaga persatuan, serta ikut menebarkan nilai-nilai kebaikan di lingkungannya,” kata Abdul Hamid.
Ia menegaskan bahwa penguatan peran sosial jemaah haji juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam membangun masyarakat yang lebih harmonis dan berkarakter.
Pemkab Lamandau berharap jemaah haji dapat menjadi penggerak nilai-nilai positif di masyarakat sehingga pengalaman ibadah yang telah dijalani tidak berhenti sebagai pengalaman pribadi, tetapi berdampak luas bagi lingkungan sekitar. (NATALIA KRISTIN/H)









