SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) memperkuat kerja sama dengan Kabupaten Seruyan dan Kabupaten Katingan guna meningkatkan jumlah penumpang sekaligus mendukung pengembangan Bandara H Asan Sampit.

"Kita berharap bisa bekerja sama dengan dua kabupaten terdekat ini, yaitu Katingan dan Seruyan, untuk mengembangkan sekaligus mengisi demand atau kebutuhan penumpang yang ada di Bandara H Asan Sampit," kata Kepala Dishub Kotim Raihansyah, Selasa, 16 Juni 2026.

Menurutnya, Kabupaten Seruyan memiliki potensi besar di sektor pariwisata yang dapat dikembangkan bersama. Keberadaan objek wisata pantai dinilai mampu menarik wisatawan yang nantinya memanfaatkan layanan penerbangan melalui Bandara H Asan Sampit.

"Seruyan punya potensi wisata yang sangat bagus, pantai yang luar biasa dan perlu terus dikembangkan. Kita memiliki akses transportasi yang dapat mendukung wisatawan menuju daerah tersebut. Karena itu kami ingin menjalin kerja sama dengan Seruyan dalam pengembangan wilayah," ujarnya.

Selain sektor pariwisata, Raihansyah menilai kesamaan karakteristik ekonomi antara Kotim, Seruyan dan Katingan yang didominasi sektor perkebunan kelapa sawit menjadi peluang besar untuk meningkatkan aktivitas penerbangan di Sampit.

"Kalau Katingan dan Seruyan, sama seperti Kotim, sebagian wilayahnya merupakan kawasan perkebunan kelapa sawit. Selama ini banyak masyarakat maupun pelaku usaha dari daerah tersebut yang menggunakan penerbangan melalui Bandara H Asan Sampit," jelasnya.

Ia mengungkapkan, salah satu kendala yang selama ini dihadapi adalah belum konsistennya jadwal penerbangan dari sejumlah maskapai. Kondisi tersebut membuat sebagian masyarakat memilih menggunakan bandara lain seperti di Pangkalan Bun maupun Palangka Raya.

"Yang menjadi kendala selama ini adalah kepastian jadwal dari operator penerbangan. Karena itu sebagian masyarakat memilih alternatif melalui Pangkalan Bun atau Palangka Raya," katanya.

Namun dengan bertambahnya layanan penerbangan dan mulai beroperasinya pesawat berbadan sedang seperti Airbus A320 milik Super Air Jet di Bandara H Asan Sampit, pihaknya optimistis minat masyarakat untuk menggunakan bandara tersebut akan semakin meningkat.

"Kami berharap jika penerbangan sudah berjalan lancar dan sesuai jadwal, maka kerja sama dengan Seruyan dan Katingan dapat segera direalisasikan. Potensi penumpang dari dua daerah tersebut cukup besar untuk mendukung aktivitas penerbangan di Sampit," ungkapnya.

Raihansyah menambahkan, peningkatan jumlah penumpang tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga akan memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

"Jika jumlah pengguna jasa penerbangan meningkat, tentu akan berdampak pada pergerakan ekonomi di Kotim. Aktivitas usaha, perdagangan, hingga sektor pariwisata akan ikut berkembang," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/y)