BORNEONEWS, Nanga Bulik – Pemerintah Kabupaten Lamandau terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat melalui pelaksanaan bakti sosial operasi bibir sumbing dan sumbing langit-langit. Program tersebut menjadi salah satu langkah nyata untuk membantu warga mendapatkan layanan kesehatan yang lebih baik sekaligus meningkatkan kualitas hidup pasien.
Bupati Lamandau Rizky Aditya Putra mengatakan, pemerintah daerah memandang kesehatan sebagai hak dasar yang harus dapat diakses oleh seluruh masyarakat tanpa terkecuali. Karena itu, berbagai upaya terus dilakukan untuk menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan mudah dijangkau.
Menurut Rizky, operasi bibir sumbing dan sumbing langit-langit merupakan bentuk pelayanan kesehatan yang memiliki dampak jangka panjang bagi pasien. Selain membantu memperbaiki kondisi fisik, tindakan medis tersebut juga mendukung perkembangan sosial dan psikologis pasien.
“Pemerintah Kabupaten Lamandau memandang bahwa kesehatan merupakan hak dasar setiap warga negara. Oleh karena itu, kami terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang semakin mudah dijangkau, berkualitas, dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat,” kata Rizky.
Ia menjelaskan bahwa layanan kesehatan tidak hanya berfokus pada pengobatan penyakit, tetapi juga pada upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh. Hal tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat yang sehat dan produktif.
Rizky menilai keberadaan program operasi bibir sumbing sangat penting karena masih banyak masyarakat yang membutuhkan penanganan medis tersebut. Dengan adanya layanan ini, masyarakat dapat memperoleh kesempatan menjalani kehidupan yang lebih baik.
Selain itu, pemerintah daerah akan terus mendorong kolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperluas jangkauan pelayanan kesehatan. Kerja sama tersebut dinilai penting agar manfaat layanan kesehatan dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat.
Melalui program tersebut, Pemkab Lamandau berharap kesenjangan akses layanan kesehatan dapat terus ditekan sehingga seluruh warga memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pelayanan medis yang layak. (NATALIA KRISTIN/H)









