BORNEONEWS, Sampit – DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyebut pembangunan jaringan listrik baru melalui tower transmisi 20 kV dari Desa Bagendang Hilir akan meningkatkan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat Kecamatan Pulau Hanaut.
"Dengan memutus ketergantungan pada jalur lama yang selama ini sulit dijangkau untuk pemeliharaan, kita berharap sistem kelistrikan di Pulau Hanaut akan jauh lebih tangguh. Pembangunan tower ini adalah bukti nyata pemerintah hadir untuk memastikan pemerataan energi listrik hingga ke wilayah pelosok," kata Anggota DPRD Kotim Daerah Pemilihan (Dapil) III Eddy Mashamy, Senin, 22 Juni 2026.
Ia mengatakan proyek tersebut menjadi solusi jangka panjang untuk mengatasi berbagai gangguan listrik yang selama ini kerap terjadi akibat kondisi jaringan lama yang sulit dijangkau untuk pemeliharaan.
Menurutnya, harapan masyarakat Pulau Hanaut untuk mendapatkan layanan listrik yang lebih stabil kini mulai terwujud. Pemerintah Kabupaten Kotim bersama PLN telah memulai tahapan pembangunan tower transmisi yang akan melintasi Sungai Mentaya sebagai jalur distribusi listrik baru menuju wilayah tersebut.
Selama ini, jaringan listrik yang melayani Kecamatan Pulau Hanaut masih bergantung pada jalur dari Kecamatan Seranau. Selain melewati kawasan hutan, jalur tersebut juga tidak memiliki akses jalan yang memadai sehingga menyulitkan petugas ketika melakukan pemeriksaan maupun perbaikan saat terjadi gangguan.
Eddy menjelaskan, jaringan baru akan dibangun dari Desa Bagendang Hilir, Kecamatan Mentaya Hilir Utara, kemudian melintasi Sungai Mentaya menuju Pulau Lepeh yang akan menjadi lokasi dua titik tower. Selanjutnya jaringan diteruskan hingga Desa Hanaut sebagai titik akhir distribusi listrik.
Ia menilai perubahan jalur tersebut merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan kelistrikan bagi masyarakat. Dengan jalur yang lebih mudah dijangkau, proses pemeliharaan jaringan dapat dilakukan lebih cepat dan efisien.
"Jalur baru ini akan mempermudah akses tim teknis PLN untuk melakukan pengecekan maupun perbaikan apabila terjadi gangguan. Ini tentu berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan listrik kepada masyarakat," ujarnya.
Selain meningkatkan keandalan pasokan listrik, pembangunan tower transmisi juga diyakini akan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat di Pulau Hanaut. Ketersediaan listrik yang stabil menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong pertumbuhan usaha, pelayanan publik, pendidikan, hingga kesejahteraan warga.
Selama ini, masyarakat Pulau Hanaut kerap menghadapi pemadaman listrik akibat gangguan jaringan yang melintasi kawasan hutan. Ketika terjadi kerusakan, proses perbaikan sering memerlukan waktu cukup lama karena medan yang sulit dijangkau.
Karena itu, DPRD Kotim terus mengawal pelaksanaan proyek tersebut agar berjalan sesuai rencana dan dapat segera memberikan manfaat bagi masyarakat.
Eddy berharap seluruh proses pembangunan tower dapat berlangsung lancar sehingga jaringan baru dapat segera beroperasi.
"Komitmen pengawasan akan terus dilakukan agar proyek strategis ini selesai tepat waktu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat Pulau Hanaut yang sudah lama mendambakan layanan listrik yang lebih andal," tandasnya. (DEWI PATMALASARI/j)









