PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP memperkuat sinergi lintas sektor melalui partisipasinya dalam Jakarta Fiscal Forum atau JFF 2026 yang diselenggarakan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan atau DJPb Provinsi DKI Jakarta. Forum tersebut menjadi wadah dialog berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

Mengusung tema "Fiskal Dukung Pertumbuhan Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan Jakarta sebagai Kota Global", JFF 2026 mempertemukan unsur pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, akademisi, praktisi, dunia usaha, hingga berbagai lembaga untuk membahas isu strategis pembangunan, termasuk pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan dan peningkatan nilai tambah ekonomi.

Direktur Hukum dan Kerja Sama BPDP mengatakan keikutsertaan BPDP dalam forum tersebut merupakan bentuk komitmen lembaga untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan nasional.

"JFF 2026 menjadi ruang yang strategis bagi BPDP untuk memperkuat kolaborasi lintas sektor sekaligus memperkenalkan berbagai program pengembangan perkebunan kepada khalayak yang lebih luas. Melalui partisipasi ini, kami ingin menunjukkan bahwa sektor perkebunan memiliki kontribusi yang besar terhadap perekonomian nasional, mulai dari penciptaan nilai tambah, pengembangan SDM, hingga dukungan terhadap ketahanan energi dan pembangunan berkelanjutan," ujarnya pada Minggu, 28 Juni 2026.

Ia menambahkan, forum tersebut diharapkan mampu membuka peluang kerja sama yang lebih luas sehingga program-program yang dijalankan BPDP dapat memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.

Sebagai Badan Layanan Umum di bawah Kementerian Keuangan, BPDP memiliki berbagai program strategis untuk mendukung pengembangan sektor perkebunan. Program tersebut meliputi pengembangan biodiesel, peremajaan sawit rakyat, pengembangan sumber daya manusia, penelitian, promosi, hingga penyediaan sarana dan prasarana perkebunan.

Melalui JFF 2026, BPDP juga memperkenalkan berbagai capaian dan program strategis dalam meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan, memperkuat ekonomi kerakyatan, mengembangkan energi terbarukan, serta mendorong pembangunan perkebunan yang berkelanjutan.

Ke depan, BPDP berkomitmen terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya guna memastikan setiap program yang dijalankan mampu mendukung tercapainya pembangunan nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

JFF 2026 berlangsung di Gedung Jusuf Anwar, Kompleks Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat. Forum dibuka oleh Direktur Jenderal Perbendaharaan, Astera Primanto Bhakti, dan menghadirkan Koordinator Staf Khusus Gubernur DKI Jakarta, Prof. Firdaus Ali, sebagai pembicara kunci. Turut hadir Kepala Kanwil DJPb Provinsi DKI Jakarta, M. Syaibani, serta perwakilan kementerian/lembaga, akademisi, dan pelaku usaha. (TESTI PRISCILLA/H)