BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah mencatat kelompok pakaian dan alas kaki mengalami inflasi tahunan atau year-on-year/y-on-y sebesar 0,97 persen pada Juni 2026. Kenaikan tersebut dipicu meningkatnya harga pada subkelompok pakaian maupun alas kaki.
Pelaksana Tugas Kepala BPS Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, mengatakan indeks kelompok pakaian dan alas kaki naik dari 104,57 pada Juni 2025 menjadi 105,58 pada Juni 2026.
"Pada kelompok ini, subkelompok pakaian mengalami inflasi tahunan sebesar 0,65 persen, sedangkan subkelompok alas kaki mengalami inflasi sebesar 2,32 persen," kata Maria pada Kamis, 2 Juli 2026.
Maria menjelaskan, meskipun mengalami kenaikan harga, kontribusi kelompok pakaian dan alas kaki terhadap inflasi Kalimantan Tengah secara keseluruhan masih relatif kecil.
"Kelompok pakaian dan alas kaki memberikan andil inflasi tahunan sebesar 0,04 persen. Komoditas yang paling dominan menyumbang inflasi adalah ongkos binatu atau laundry dengan andil sebesar 0,01 persen," jelasnya.
Sementara itu, secara bulanan (month-to-month/m-to-m), kelompok pakaian dan alas kaki juga mencatat inflasi dengan andil sebesar 0,01 persen pada Juni 2026.
Menurut Maria, kenaikan inflasi bulanan terutama dipengaruhi meningkatnya harga sepatu wanita dan sepatu anak yang masing-masing memberikan andil inflasi sebesar 0,002 persen.
Ia menambahkan, meski andilnya terhadap inflasi daerah tidak besar, pergerakan harga pada kelompok pakaian dan alas kaki tetap menjadi salah satu komponen yang dipantau BPS sebagai bagian dari perkembangan Indeks Harga Konsumen di Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/y)









