BORNEONEWS, Sampit – Komunitas MiniGP Mentaya di bawah manajer Andi Coink mencatat prestasi membanggakan pada ajang MiniGP Pocket Bike Banjarbaru Open Race 2026 yang digelar di Sirkuit SDC Ditlantas Polda Kalimantan Selatan pada 20–21 Juni 2026. Enam pembalap cilik asal Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berhasil meraih podium di berbagai kelas perlombaan.

Adapun para pembalap yang berhasil mengharumkan nama Kotim, yakni Ahyar Arrafif Ibrahim (6 tahun) meraih Juara 1 Beginner A usia 4–7 tahun dan Juara 2 Beginner Max 8 Tahun A, Kenzo Mahardika Alfarizqi (6 tahun) meraih Juara 1 Beginner B usia 4–7 tahun serta finis di posisi keempat Beginner Max 8 Tahun A, Putra Mardan Bagus Pratama (10 tahun) meraih Juara 3 kelas Rookie 10 Tahun, M Daffa Al-Hafidz (11 tahun) meraih Juara 3 Expert Open Max 12 Tahun dan Juara 5 Pro Max Open 13 Tahun, M Fakhri (6 tahun) finis di posisi kelima Beginner A usia 4–7 tahun, dan Hafizh Ramadhan Alfarezi (6 tahun) menempati posisi kelima Beginner B usia 4–7 tahun.

Ketua Pengcab IMI Kotim Angga Aditya Nugraha mengatakan capaian tersebut merupakan hasil dari program pembinaan pembalap usia dini yang dijalankan secara berkelanjutan.

Menurutnya, program tersebut bertujuan menjaring bibit-bibit pembalap sejak usia dini agar ke depan Kotim memiliki atlet balap motor yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional.

"Program ini dilaksanakan secara kolaboratif bersama Dispora, Dishub dan KONI Kotim, salah satunya dengan menyediakan sarana tempat berlatih bagi Komunitas MiniGP Kotim. Dan tentunya juga ini tidak lepas dari dukungan penuh orang tua," ujarnya, Senin, 6 Juli 2026.

Ia mengaku bangga atas prestasi yang diraih para pembalap cilik tersebut karena menjadi bagian dari regenerasi dunia olahraga otomotif roda dua di Kotim.

"Kita sangat bangga. Karena itu merupakan salah satu kader kita dan regenerasi untuk dunia otomotif, khususnya roda dua atau motor. Ini merupakan salah satu inovasi kita bagaimana mendidik dan melatih mereka. Hasilnya mereka bisa menjadi juara. Kami sangat antusias dan bangga atas pencapaian itu," katanya.

Angga berharap keberhasilan tersebut dapat memotivasi klub-klub balap lain di Kotim untuk mulai mempersiapkan regenerasi atlet sejak usia dini.

Ia menegaskan IMI Kotim akan terus melakukan pembinaan, meskipun belum dapat memberikan dukungan anggaran secara langsung.

"Kalau harapan kita tentu terus dilakukan pembinaan. Walaupun kita tidak memberi support anggaran, kita akan berupaya memfasilitasi. Seperti sekarang setiap minggu ada latihan di Stadion 29 Nopember apabila memang tidak ada kegiatan lain," imbuhnya.

Selain itu, IMI Kotim juga berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan secara berkelanjutan terhadap penyelenggaraan event balap motor di Kalimantan Tengah, khususnya di Sampit.

Menurut Angga, kejuaraan balap motor tidak hanya menjadi wadah pembinaan atlet, tetapi juga mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

"Kita berharap juga ada dukungan rutin dari pemerintah daerah, khususnya di Sampit. Karena event motor juga mampu membangkitkan perekonomian di sekitar lokasi kegiatan. Oleh sebab itu, kami berharap event seperti ini bisa diselenggarakan setiap tahun," tuturnya.

Usai meraih hasil gemilang di Banjarbaru, Komunitas MiniGP Mentaya kini langsung mengalihkan fokus untuk mempersiapkan diri menghadapi Kejuaraan Nasional Motoprix Region C Putaran III Kalimantan, dengan meningkatkan kondisi fisik pembalap sekaligus performa motor agar mampu kembali meraih prestasi. (DEWI PATMALASARI/j)