SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah penyakit yang berpotensi meningkat selama musim kemarau 2026. Sedikitnya ada tiga penyakit yang menjadi perhatian, yakni diare, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), dan penyakit kulit.

"Biasanya saat musim kemarau kasus diare meningkat. Selain itu, ISPA juga cukup tinggi, begitu pula penyakit kulit. Karena itu masyarakat yang beraktivitas di luar rumah kami imbau menggunakan masker, tetap berolahraga untuk meningkatkan daya tahan tubuh, serta mengonsumsi makanan bergizi," kata Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi, Selasa, 7 Juli 2026.

Dinkes Kotim telah memetakan sejumlah wilayah yang memiliki potensi peningkatan kasus diare selama musim kemarau. Pemetaan tersebut menjadi dasar bagi petugas kesehatan untuk melakukan langkah pencegahan lebih dini.

"Teman-teman di lapangan sudah memiliki peta wilayah yang berpotensi mengalami peningkatan kasus diare saat kemarau. Mereka juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pola hidup bersih dan sehat serta cara mengantisipasi dampak kekeringan," ujarnya.

Ia juga menegaskan, Dinkes Kotim telah memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang dan lebih panas berdasarkan prakiraan BMKG. Berbagai langkah antisipasi telah dilakukan, mulai dari penyediaan masker, stok obat-obatan hingga kesiapan tenaga kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan.

"Memang saat ini kita sudah mulai memasuki musim kemarau dan suhu panas sudah mulai terasa berbeda. Sesuai perkiraan BMKG, kemarau tahun ini diperkirakan cukup panjang dan bahkan lebih panas dibandingkan sekitar 15 tahun terakhir. Karena itu pemerintah daerah bersama OPD terkait telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi," tambahnya.

Dinkes juga memastikan stok masker tersedia untuk mengantisipasi dampak kabut asap akibat karhutla. Selain itu, kebutuhan obat-obatan telah disiapkan berdasarkan proyeksi kebutuhan beberapa tahun terakhir agar pelayanan kesehatan tetap optimal selama musim kemarau.

"Kami sudah menyiapkan masker untuk antisipasi karhutla. Obat-obatan juga tersedia, begitu pula tenaga kesehatan di puskesmas dan fasilitas pelayanan kesehatan sudah kami siapkan agar mampu menangani penyakit yang muncul akibat musim panas maupun kabut asap," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)