PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP akan menggelar Pekan Riset Sawit Indonesia atau PERISAI 2026 pada 20–21 Juli 2026. Kegiatan bertema "Shaping The Palm Oil Industry Ecosystem For A Sustainable Future" itu menjadi forum diseminasi hasil riset dan inovasi kelapa sawit terbesar di Indonesia sekaligus mempertemukan pemerintah, akademisi, peneliti, pelaku industri, dan masyarakat dalam memperkuat ekosistem riset serta hilirisasi sawit nasional.

Menjelang pelaksanaan kegiatan tersebut, BPDP mengadakan Media Briefing Road to PERISAI 2026 di Jakarta. Melalui kegiatan ini, BPDP memperkenalkan berbagai agenda utama yang akan dihadirkan dalam PERISAI sekaligus memaparkan capaian riset yang telah didukung selama lebih dari 10 tahun.

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hilir BPDP, Mohammad Alfansyah, mengatakan penguatan riset dan inovasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing industri kelapa sawit Indonesia.

"Dukungan BPDP, lanjutnya, tidak hanya difokuskan pada peningkatan produktivitas perkebunan, tetapi juga mendorong lahirnya inovasi yang mampu memberikan nilai tambah bagi industri maupun masyarakat," kata Alfansyah dalam rilisnya pada Jumat, 17 Juli 2026.

Menurut Alfansyah, berbagai penelitian yang didukung BPDP telah menghasilkan beragam inovasi yang memperluas pemanfaatan kelapa sawit di berbagai sektor. Hasil riset tersebut mencakup pengembangan produk pangan, kesehatan, energi terbarukan, biomaterial, hingga rekayasa industri.

"Melalui PERISAI, kami ingin menunjukkan bahwa sawit bukan hanya menghasilkan minyak nabati atau biodiesel. Berbagai hasil riset yang didukung BPDP telah menghasilkan inovasi di bidang pangan, kesehatan, energi terbarukan, biomaterial, hingga rekayasa industri. Inilah bukti bahwa sawit memiliki potensi yang sangat besar untuk mendukung pembangunan nasional sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global," ujar Alfansyah lagi. (TESTI PRISCILLA/H)