SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menyiapkan 72.000 masker untuk dibagikan kepada masyarakat sebagai langkah antisipasi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), khususnya meningkatnya risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Kami berencana membagikan masker untuk masyarakat di beberapa titik dalam waktu dekat ini," kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Nugroho Kuncoro Yudho, Jumat, 24 Juli 2026.

Nugroho menjelaskan, stok masker yang tersedia di gudang Dinkes terdiri atas 60.000 masker dewasa dan 12.000 masker anak, sehingga total mencapai 72.000 masker yang siap didistribusikan.

Selain menyiapkan masker, Dinkes juga memastikan seluruh fasilitas kesehatan telah disiagakan menghadapi potensi peningkatan kasus penyakit akibat musim kemarau dan kabut asap.

Ia mengatakan, ketersediaan obat-obatan, tenaga kesehatan, hingga logistik pendukung telah dipersiapkan untuk menghadapi kondisi darurat apabila terjadi peningkatan kasus ISPA maupun diare.

"Faskes sudah kami siapkan. Insyaallah untuk kondisi logistik baik itu obat-obatan, nakes, kemudian logistik lainnya sudah kami persiapkan untuk antisipasi," ujarnya.

Sebagai langkah awal, Dinkes telah mengirim surat kepada seluruh puskesmas, rumah sakit, dan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) agar meningkatkan kesiapsiagaan sesuai tugas dan fungsi masing-masing dalam penanganan dampak karhutla.

Selain itu, distribusi logistik kesehatan juga mulai dilakukan ke berbagai fasilitas pelayanan kesehatan, meliputi obat-obatan, masker, serta perlengkapan lain yang dibutuhkan selama masa siaga bencana.

Nugroho juga mengimbau masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat guna mengurangi risiko penyakit selama musim kemarau.

Ia mengingatkan masyarakat agar menjaga kebersihan makanan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila tidak mendesak.

"Kami juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu berperilaku hidup bersih dan sehat, menjaga konsumsi makanan, kemudian untuk aktivitas di luar rumah usahakan pakai masker. Kalau memang tidak terlalu perlu, sebaiknya tidak usah beraktivitas di luar rumah," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)