KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Terhentinya distribusi air bersih yang dikeluhkan warga di sejumlah kawasan Kota Kuala Kapuas dan Anjir Serapat dalam beberapa hari terakhir akhirnya terungkap.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Pambelom Kabupaten Kapuas, Abisua Setia Nugroho, menjelaskan bahwa gangguan pasokan air bersih tersebut dipicu oleh fenomena intrusi air asin pada sumber air baku di sungai.

Kondisi ini memaksa pihak PDAM menghentikan sementara operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) 1 berkapasitas 125 liter per detik yang berlokasi di Jalan Mahakam.

"Terjadi gangguan pasokan air disebabkan oleh berkurangnya kapasitas pengolahan akibat IPA 1 kapasitas 125 liter/detik dimatikan karena air baku terindikasi asin," ungkap Abisua saat dikonfirmasi, Minggu sore, 26 Juli 2026.

Akibat penghentian sementara operasional IPA 1 tersebut, suplai air bersih ke masyarakat saat ini hanya mengandalkan IPA 2 di Jalan Mahakam yang memiliki kapasitas 100 liter per detik.

Padahal, dalam kondisi normal, total kapasitas produksi yang disalurkan mencapai 225 liter per detik untuk melayani kebutuhan warga Kuala Kapuas hingga Anjir Serapat.

Menanggapi keluhan warga terkait kondisi air yang sempat keruh saat kembali mengalir, Abisua menyebut hal itu terjadi akibat dinamika tekanan di dalam pipa distribusi.

"Air keruh disebabkan oleh perubahan tekanan secara mendadak, sehingga endapan yang ada di dalam pipa tergerus dan terbawa aliran air," jelasnya.

Gangguan distribusi air bersih yang dirasakan warga Kota Kuala Kapuas dan sekitarnya dalam beberapa hari terakhir ternyata tak hanya dipicu faktor intrusi air asin di sumber air baku. Pemadaman arus listrik dari PLN turut memperparah kendala operasional Perumda Air Minum Tirta Pambelom.

Selain hal tersebut, setiap kali terjadi pemadaman listrik, operasional pengolahan dan distribusi air bersih mengalami kendala teknis yang cukup signifikan.

"Terkait gangguan pemadaman dari PLN, operasional Perumda Air Minum sangat terganggu karena kapasitas genset yang kami miliki saat ini tidak mampu untuk menghidupkan seluruh mesin pompa," ujar Abisua, Minggu, 26 Juli 2026.

Keterbatasan daya genset pendukung membuat instalasi pengolahan tidak dapat beroperasi secara maksimal saat pasokan daya utama dari PLN terputus. Kondisi tersebut memaksa petugas bekerja ekstra keras untuk memulihkan alur pengolahan dan pemompaan begitu listrik kembali menyala.

"Ketika arus listrik kembali hidup setelah pemadaman, sistem pengolahan tidak bisa langsung berjalan instan. Kami memerlukan waktu ekstra untuk melakukan proses penormalan kembali agar produksi dan tekanan air ke jaringan pipa warga bisa kembali stabil," jelasnya.

Akibat akumulasi dari berhentinya operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) 1 akibat kadar garam (intrusi air asin) serta gangguan pasokan listrik PLN, tekanan air di rumah-rumah warga menyusut drastis hingga memicu timbulnya endapan keruh saat air kembali mengalir.

Pihak PDAM Kapuas mengimbau masyarakat untuk dapat memaklumi kondisi teknis tersebut. Saat ini seluruh tim teknis di lapangan terus memantau kadar garam air baku secara berkala serta mengupayakan stabilisasi tekanan dan kualitas air secara bertahap. (SABRIANOOR/H)