KUALA KAPUAS –

BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Selain kendala pasokan air yang mengecil dan macet, sejumlah warga di Kuala Kapuas juga mengeluhkan kondisi air bersih dari jaringan PDAM yang mengalir dalam keadaan keruh dan berlumpur.

Keluhan tersebut banyak disampaikan warga melalui grup percakapan. Meski beberapa warga mengaku sudah melaporkan kondisi ini dan sempat diperiksa petugas, air yang mengalir ke rumah mereka masih tampak kotor dan belum bisa digunakan secara optimal.

Menanggapi keluhan tersebut, Direktur Perumda Air Minum Tirta Pambelom Kabupaten Kapuas, Abisua, menjelaskan bahwa ada beberapa faktor teknis di jaringan pipa yang memicu penurunan kualitas air tersebut. Faktor pertama adalah perubahan tekanan arus air secara mendadak di dalam jaringan pipa saat proses penormalan aliran.

"Karena terjadi perubahan tekanan secara mendadak, endapan yang ada di dalam pipa tergerus dan akhirnya terbawa sampai ke kran rumah warga. Pihak Perumda Air Minum Tirta Pambelom terus berupaya untuk memulihkan tekanan dan kualitas air secara bertahap," ujar Abisua, Minggu, 26 Juli 2026.

Selain itu, Abisua mengakui adanya kendala infrastruktur fisik pada jaringan pipa milik PDAM yang usianya sudah sangat tua sejak pertama kali dibangun.

"Memang banyak kendala di pipa Perumdam Tirta Pambelom, seperti pipa induk kita yang sudah tua sejak berdirinya PDAM sampai sekarang. Bila terjadi kebocoran, pada saat proses perbaikan pasti ada air dari luar yang ikut masuk," ungkapnya.

Sebagai langkah penanganan cepat terhadap laporan warga, pihaknya menerjunkan tim teknis untuk melakukan pembersihan jaringan secara berkala.

"Bila ada laporan keluhan air kotor dari pelanggan, kami berusaha langsung merespons dengan melakukan pengurasan di ujung pipa," pungkasnya. (SABRIANOOR/H)