PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Harga telur ayam ras mengalami penurunan di Kalimantan Tengah pada Juli 2026. Kondisi tersebut dipengaruhi melimpahnya pasokan dari sentra produksi di Jawa Timur.

Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, mengatakan penurunan harga telur ayam ras terjadi karena pasokan komoditas tersebut cukup melimpah di daerah sentra produksi.

"Telur ayam ras mengalami penurunan harga yang signifikan karena pasokan yang berlimpah di sentra produksi dari Jawa Timur," ujar Toto pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Penurunan harga telur ayam ras menjadi salah satu perkembangan positif dari sisi harga pangan. Melimpahnya pasokan dari daerah sentra produksi dapat membantu memenuhi kebutuhan pasar sekaligus memberikan tekanan terhadap harga komoditas tersebut.

"Berdasarkan data BPS, inflasi Year-on-Year atau y-on-y Provinsi Kalimantan Tengah pada Juli 2026 tercatat sebesar 4,32 persen," tuturnya.

Sementara inflasi y-on-y tertinggi terjadi di Kabupaten Kapuas dengan angka mencapai 4,78 persen.

Dinamika harga telur ayam ras tersebut menunjukkan bahwa kondisi pasokan dari luar daerah turut berpengaruh terhadap perkembangan harga pangan di Kalimantan Tengah. Ketersediaan pasokan menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga stabilitas harga dan mengendalikan tekanan inflasi. (TESTI PRISCILLA/H)