PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Beras masih menjadi komoditas makanan yang memberikan pengaruh terbesar terhadap pembentukan garis kemiskinan di Provinsi Kalimantan Tengah, baik di wilayah perkotaan maupun perdesaan. Hal itu disampaikan Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, saat memaparkan Profil Kemiskinan Kalteng Maret 2026 pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Toto menjelaskan, di wilayah perkotaan beras menyumbang sebesar 19,87 persen terhadap garis kemiskinan. Setelah itu disusul rokok kretek filter sebesar 14,42 persen, daging ayam ras 6,54 persen, telur ayam ras 4,40 persen, dan mi instan 3,01 persen. Data tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pangan pokok masih menjadi faktor dominan yang memengaruhi tingkat pengeluaran minimum masyarakat.

Sementara di wilayah perdesaan, kontribusi beras terhadap garis kemiskinan bahkan lebih tinggi, yakni mencapai 23,24 persen. Komoditas berikutnya adalah rokok kretek filter 15,75 persen, daging ayam ras 5,15 persen, telur ayam ras 3,88 persen, dan gula pasir 3,36 persen.

"Komoditas makanan masih mendominasi pembentukan garis kemiskinan. Beras menjadi penyumbang terbesar baik di perkotaan maupun perdesaan, sehingga setiap perubahan harga beras akan sangat berpengaruh terhadap kondisi kemiskinan," ujar Toto Haryanto Silitonga.

Ia menambahkan, tingginya kontribusi beras menunjukkan pentingnya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan pokok. Selain itu, pengendalian harga komoditas pangan strategis lainnya juga diperlukan agar daya beli masyarakat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah, tetap terjaga.

BPS mencatat garis kemiskinan merupakan nilai pengeluaran minimum untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan nonmakanan. Komponen makanan masih menjadi penyumbang terbesar dalam pembentukan garis kemiskinan di Kalimantan Tengah, sehingga dinamika harga pangan menjadi salah satu indikator penting yang terus dipantau dalam penghitungan tingkat kemiskinan di daerah. (TESTI PRISCILLA/y)