BORNEONEWS, Palangka Raya - Sidang Pleno III Tim Koordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA) Tahun 2026 menetapkan draf matriks tindak lanjut Pengelolaan Sistem Informasi Hidrologi, Hidrometeorologi, dan Hidrogeologi (PSIH3) sebagai bahan evaluasi sekaligus pedoman pelaksanaan di Wilayah Sungai Mentaya-Katingan dan Wilayah Sungai Jelai-Kendawangan.

Penetapan tersebut dilakukan setelah peserta sidang membahas hasil kerja Kelompok Kerja (Pokja) Pengelolaan SIH3 yang sebelumnya menyusun draf matriks tindak lanjut melalui rapat pada 3 Agustus 2026. Dokumen itu diharapkan menjadi acuan dalam pelaksanaan PSIH3 di kedua wilayah sungai.

"Saya mengajak seluruh anggota dan pihak terkait untuk bekerja sama serta berkolaborasi secara proaktif dan konstruktif. Sinergi dan koordinasi antarinstansi maupun antarwilayah perlu terus ditingkatkan agar pengelolaan sumber daya air dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat," kata Kepala Bapperida)l Provinsi Kalimantan Tengah, seperti dikutip Borneonews pada Rabu, 5 Agustus 2026.

Melalui matriks tersebut diharapkan tercipta mekanisme komunikasi, koordinasi, serta pengembangan kapasitas antarinstansi pengelola hidrologi, hidrometeorologi, dan hidrogeologi. Selain itu, pelaksanaan monitoring dan evaluasi secara berkala diharapkan dapat memastikan target implementasi PSIH3 berjalan sesuai rencana.

Turut hadir dalam sidang pleno tersebut Sekretariat TKPSDA Wilayah Sungai Mentaya-Katingan dan Wilayah Sungai Jelai-Kendawangan Ahmad Iskandar, Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya Anton Budiyono, Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah Yohanna Endang S., anggota TKPSDA dari unsur pemerintah dan nonpemerintah, serta anggota Pokja PSIH3.

"Pengelolaan data hidrologi, hidrometeorologi, dan hidrogeologi memerlukan sinergi yang kuat antarinstansi agar informasi yang dihasilkan dapat mendukung perencanaan, pengelolaan, hingga pengambilan keputusan di bidang sumber daya air," ujar Syahfiri.(HERMAWAN DP/y)