BORNEONEWS, Pulang Pisau – Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau mencatat sebanyak 168 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama dua hari, yakni pada 10 dan 11 September 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau, dr. Ellyana, mengatakan data tersebut merupakan hasil laporan harian dari seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas, RSUD Pulang Pisau, serta posko karhutla.
“Berdasarkan laporan yang kami terima, pada 10 September terdapat 74 kasus ISPA dan pada 11 September sebanyak 94 kasus. Jadi total selama dua hari mencapai 168 kasus,” kata dr. Ellyana. Sabu, 12 September 2026.
Pada 11 September 2026, kasus ISPA terbanyak tercatat di Puskesmas Bawan sebanyak 19 orang, disusul Puskesmas Pulang Pisau 18 orang dan Puskesmas Bereng 18 orang.
Selanjutnya, RSUD Pulang Pisau mencatat 8 kasus, Puskesmas Pangkoh 6 kasus, Puskesmas Maliku 6 kasus, Puskesmas Jabiren 4 kasus, Puskesmas Bukit Rawi 4 kasus, Puskesmas Tahai 3 kasus, Posko Karhutla 3 kasus, Puskesmas Sebangau 2 kasus, Puskesmas Tangkahen 2 kasus, serta Puskesmas Bumi Tengah 1 kasus. Sementara Puskesmas Bahaur Hilir tidak mencatat kasus ISPA pada hari tersebut.
Sedangkan pada 10 September 2026, Puskesmas Pulang Pisau mencatat kasus tertinggi dengan 24 orang. Kemudian Puskesmas Bereng 11 orang, Puskesmas Sebangau 8 orang, Puskesmas Bukit Rawi 6 orang, Puskesmas Maliku 5 orang, Puskesmas Jabiren 4 orang, Puskesmas Tangkahen 4 orang, Puskesmas Bawan 4 orang, Puskesmas Bumi Tengah 3 orang, RSUD Pulang Pisau 2 orang, Puskesmas Bahaur Hilir 1 orang, Puskesmas Tahai 1 orang dan Posko Karhutla 1 orang.
dr. Ellyana menyampaikan, Dinas Kesehatan terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan kasus ISPA, terutama di tengah kondisi kemarau dan aktivitas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dapat memengaruhi kualitas udara.
Masyarakat diimbau menjaga kesehatan, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara menurun, memperbanyak konsumsi air putih, serta menggunakan masker apabila harus beraktivitas di wilayah yang terdampak asap.
“Jika mengalami keluhan seperti batuk, pilek, sesak napas atau gejala lainnya yang mengarah pada ISPA, masyarakat diharapkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,”pungkasnya. (RETHA/H)









