BORNEONEWS, Sampit - Langkah Polres Kotim memajang foto sejumlah bandar zenith diapresiasi warga. Kendati demikian, banyak yang berharap agar baliho foto tersangka pengedar zenith agar dipajang di sejumlah titik keramaian.
“Kalau bisa dipajang di sekitar Taman Kota, Ikon Kota Jelawat, dan sejumlah perempatan jalan dalam kota,” ujar Rahmad, mahasiswa Universitas Darwan Ali (UNDA), Selasa (24/1/2017).
Hal itu dilakukan agar bandar obat terlarang tersebut merasa malu dan semakin dikenal oleh masyarakat. Sehingga mereka makin mengurungkan niatnya untuk kembali mengedar obat tersebut.
Selain itu, dengan dipajang di sejumlah tempat keramaian tersebut, juga bisa berdampak terhadap para bandar, pengedar, dan kuriri yang masih mengerjakan bisnis haram tersebut.
“Mungkin kalau dipasang seperti itu, ada bandar, pengedar, dan kurir yang takut, karena malu. Sehingga bisa diterapkan hal seperti tersebut,” ungkap Rahmad.
Sementara Kapolres Kotim AKBP Hendra Wirawan mengatakan, pihaknya akan kembali meperbaharui foto bandar zenith yang sudah terpampang tersebut. Dan rencananya akhir bulan ini akan dilakukan.
“Akan kami tambah lagi foto bandar zenith yang baru kami tangkap dalam beberapa bulan terakhir. Hal itu dilakukan untuk memberikan efek jera terhadap mereka,” ungkap Hendra.
Dengan adanya hal tersebut, Hendra berharap agar para pembisnis haram itu tidak lagi mengedarkan obat terlarang. Karena hal itu sangat merusak generasi anak muda di daerah ini. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








