BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Ada-ada saja ulah pengedar sekaligus pemakai narkoba jenis sabu, Ahmad alias Amat, warga Jalan Ratu Mangku Kelurahan Raja, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat ini.

Otak bisnis pria yang mengaku sudah setahun menjadi pengedar sabu ini terbilang langka. Ia mencampur sabu dengan tawas. Sabu yang dikemas dalam satu paket seberat 2 gram, ia campur dengan tawas. Tawas merupakan jenis batuan putih untuk menjernihkan air sumur.

Ia nekat mencampur tawas dan sabu untuk meraup untung banyak dari pemesannya. "Satu paketnya saya jual Rp200 ribu," aku dia di kantor BNNK Kobar, Senin (20/3/2017). Kepada Borneonews, ia mengaku baru pertama kali mencampurkan tawas ke dalam paketan sabu. "Baru pertama kali ini bang," katanya.

Menurut Kepala BNNK Kobar, AKBP I wayan Korna, baru kali ini ia menemukan pengedar sabu yang dicampur tawas. Menurutnya, jika dilihat secara kasat mata, tidak ada perbedaan mencolok antara sabu dan tawas.

"Ini baru pertama nih yang kami temukan di Kalteng, dia (Ahmad) mencampurkan tawas ke dalam sabu, kemudian dijual dalam bentuk paketan kecil. Dia cari untung lebih, karena sabu ini kan barangnya mahal," kata dia.

Saat ditemukan di kediaman Ahmad, BNNK berhasil menyita dua paket sabu seberat 4 gram, dan tawas yang belum dihaluskan sebanyak 4 kilogram. "Informasi awalnya dia memiliki sabu berkilo-kilo. Tapi saat kami geledah tawas yang berkilo-kilo itu tawas," katanya.

Meski sudah dicampur tawas, lanjut Wayan, tidak ada perbedaan reaksi saat digunakan oleh pemakai narkoba. "Reaksinya tetap sama, karena sabunya tercampur dengan tawas. Tetap akan nge-fly," kata dia. (CECEP HERDI/B-2)