BORNEONEWS,Palangka Raya – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalteng masih kesulitan mengungkap narapidana di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas III Kasongan yang diduga mengendalikan sabu seberat 500 gram.

Pasalnya, sampai sejauh ini, BNN belum menemui titik terang. Sebanyak 28 HP yang diteliti, hasil dari razia oleh Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Tengah beberapa waktu lalu juga tidak ditemukan adanya komunikasi antara napi dengan tersangkaberinisial BI alias TN yang telah dibekuk.

“Kita masih kesulitan mengungkap. Memang pengembangannya masih buntu,” kata PltKepala BNN Kalteng, Baja Sukma kepada wartawan, Rabu (9/8/2017).

Dia menuturkan, dari hasil pemeriksaan, BI menyebut jika dirinya dikendalikan oleh napi di lapas tersebut, berinisial HB. Namun setelah dilakukan pengecekan, tidak ada nama dari insial itu di lapas tersebut.

Meski masih buntu, Baja menegaskan terus melakukan pemantauan. Di sisi lain, prosespenyidikan tetap berjalan agar 4 tersangka yang telah diamankan bisa segeradilimpahkan ke kejaksaan.

Sepertidiberitakan, dugaan adanya napi di lapas tersebut yang mengendalikan narkoba setelah sebelumnya BNN Kalteng meringkus pengedar sabu asal Batam, berinisial DD.

Perempuan 24 tahun ini ditangkap di Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin, Kalimantan Selatan pada Minggu (23/7/2017). Selain DD, juga ditangkap rekan perempuannya berinisial AR. Total barang bukti seberat 1 kilogram masing-masing membawa 500 gram.

Semua barang bukti itu mereka simpan dalam BH dan celana dalam. DD kemudian diproses di BNNKalteng karena pengakuannya akan diedarkan di Kalteng, sedangkan AA diproses di BNN Kalsel, mengingat pengakuannya diedarkan di provinsi tersebut.

Kemudian,dari keterangannya, DD menyebut sabu itu rencananya akan diambil oleh BI aliasTN. BI lalu ditangkap di Banjarmasin ketika hendak mengambil barang itu.

Selanjutnya, BI menyebut rencananya barang akan diambil lagi oleh DS dan R, yang keduanya kemudian turut diciduk. Dari keterangan BI, dia menyebut dikendalikan oleh napi Lapas Kasongan. Namun sampai saat ini petugas masih kesulitan mengungkap itu. (BUDI YULIANTO/B-5)