PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kalimantan Tengah, Brigadir Jenderal Lilik Heri Setiadi mengatakan, dua kurir pembawa sabu seberat 6 ons dari Madura merupakan jaringan terpisah.

"Mereka merupakan jaringan terpisah," kata Lilik kepada wartawan, Jumat (10/11/2017). Dua kurir ini bernama Mak (52) warga Dusun Tlabang, Desa Ketapang Daya, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang.

Dia ditangkap di Bandara H Asan Sampit pada Jumat (27/10/2017) sekitar pukul 09.30 WIB. Barang buktinya 4 ons sabu yang ditemukan terikat pada sarung menyerupai celana dalam dengan posisi dipakai.

Kurir kedua adalah Roh (35) warga Dusun Cilegung, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang. Dia ditangkap di Pelabuhan Sampit pada Minggu (5/11/2017) sekitar pukul 19.30 WIB. Barang bukti yang ditemukan di bagian tas Rohadi sebanyak 2 ons lebih.

Lilik menuturkan, meski terpisah, tapi keduanya bisa dikatakan sebagai kurir antar pulau. "Mereka sebelumnya pernah sekali membawa dari Madura ke Sampit. Tapi saat itu sedikit. Karena saat pertama berhasil, mereka mencoba membawa lebih banyak," ungkapnya.

--page

"Bandarnya disinyalir ada di Sampit. Tapi kita masih melakukan pengembangan," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-6)