BORNEONEWS, Sampit - Ditundanya aksi anti narkoba yang digagas oleh sejumlah tokoh dan aktivis di Kabupaten Kotawaringin Timur bukan karena adanya kepentingan pihak tertentu. Namun semata-mata ingin menghargai Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran.
Inisiator aksi, Gahara, mengatakan bahwa pada malam safari dakwah Ustadz Abdul Somad di Kota Sampit, beberapa hari lalu, Gubernur Sugianto dihadapan puluhan ribu masyarakat secara tegas menyatakan perang terhadap narkoba. Bahkan, Gubernur menyarankan agar aksi yang sudah direncanakan tidak dilaksanakan.
"Karena itulah kita hargai dan hormati keinginan Pak Gubernur. Namun tidak mengurangi keinginan masyarakat, kami akan melakukan audiensi dengan pihak kepolisian terkait masalah narkoba dan temuan dua truk zenith, beberapa waktu lalu," kata Gahara, Senin (5/2/2018).
Dikatakan Gahara, pernyataan Gubernur tidak perlu diragukan lagi. Apalagi, ia sudah menyatakan ketegasannya. Bahkan akan membentuk satgas jika upaya dari pihak kepolisian tidak mampu memberantas peredaran narkoba di Kotim.
Ditegaskan Gahara pula, pihaknya tetap berpegang pada komitmen awal. Akan selalu siap bahkan berada di barisan terdepan dalam hal memerangi narkoba. Pihaknya, tidak ingin main-main dengan masalah yang berdampak terhadap masa depan generasi bangsa.
--page
Meski dengan ditundanya aksi, banyak pihak yang terus menebarkan isu tidak sedap terhadap mereka, Gahara dan rekan-rekan tidak gentar. "Aksi tetap kita laksanakan, namun kita pertimbangkan dulu untuk saat ini. Kita lihat nanti. Kami tetap pada komitmen awal, masyarakat tidak perlu ragu," tandasnya.
Sebelumnya, rencana aksi massa atas temuan dua truk zenith akan dilakukan hari ini (Senin, 5/2/2018). Namun dengan berbagai pertimbangan aksi ditunda melalui rapat yang sudah dilaksanakan beberapa hari lalu.(NACO/B-3)


