BORNEONEWS, Palangka Raya- Danrem 102/Panju Panjung Kolonel Arm M Naudi Nurdika menyebut, telah menyurati Korem Palembang agar membagikan ilmu tentang solusi bagi masyarakat terkait larangan membakar hutan dan lahan.
"Kita sudah surati Korem Palembang. Mereka menciptakan pendekatan teknologi BIOS44. Metodenya nanti kita coba di sini," kata Danrem 102/Pjg, Sabtu (24/3/2018).
Secara garis besar, lanjut dia, masyarakat tidak perlu membakar ranting yang telah ditebang. Justru nantinya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk alami.
"Jadi semacam pembusukan ranting gambut sehingga nantinya malah bisa jadi pupuk. Itu sebagai alternatif bagi masyarakat," ungkapnya.
Danrem menambahkan, pihaknya sebenarnya hanya sebatas mengamankan supaya tidak terjadi karhutla.
--page
"Tapi saya mendorong pemerintah daerah agar berupaya mencari solusinya. Makanya saya sampaikan seyogianya kepala daerah melalui kementerian terkait terus mengembangkan ini," tuturnya. (BUDI YULIANTO/B-3)








