Sirajul Rahman yang juga Ketua DPW PKS Kalimantan Tengah menegaskan, seluruh masukan yang diterima dalam reses akan menjadi bahan untuk dibawa ke tingkat provinsi
Keterbatasan tenaga tersebut menjadi tantangan dalam memberikan pelayanan kesehatan secara optimal kepada masyarakat. Terlebih, Puskesmas Tangkiling melayani sekitar 40 hingga 50 pasien setiap hari dan memiliki layanan Unit Gawat Darurat (UGD) selama 24 jam.
Kebutuhan rehabilitasi menjadi semakin penting mengingat Puskesmas Tangkiling setiap hari melayani sekitar 40 hingga 50 pasien. Selain pelayanan rawat jalan, fasilitas Unit Gawat Darurat (UGD) juga beroperasi selama 24 jam.
TPP yang diterima tenaga puskesmas berada pada kisaran 63 persen dari standar nasional. Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, tenaga kesehatan berharap besaran tersebut tetap dipertahankan, bahkan dapat ditingkatkan.
Warga Menteng XII, Daru, menyoroti pengangkutan sampah menuju Griya Sanur yang dinilai belum berjalan efektif. Kondisi tersebut menyebabkan sampah menumpuk di sejumlah titik dan menimbulkan bau yang mengganggu masyarakat.
Peningkatan ruang obat serta tambahan tenaga kesehatan juga menjadi kebutuhan, termasuk tenaga kesehatan lingkungan, dokter, fisioterapis medis dan psikolog terapis.
Menurut Faridawaty, akses jalan yang baik tidak hanya dibutuhkan untuk mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mendukung respons cepat petugas ketika terjadi kebakaran.
Ketua RT 06/RW 08, Dedy Indarto, mengatakan penerangan di Jalan Utama Menteng XII hingga sekitar pos kamling masih menjadi kebutuhan warga. Pasalnya, sebagian penerangan jalan selama ini dipenuhi melalui swadaya masyarakat.
BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh , melaksanakan reses perorangan dengan mengunjungi Puskesmas Tangkiling, Kelurahan Bukit Batu, Kecamatan…
Ketua RT 06/RW 08, Dedy Indarto, mengatakan ruas jalan tersebut sudah sekitar empat tahun belum mendapatkan pengaspalan. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian karena jalan menjadi akses penting bagi aktivitas masyarakat.
Beragam persoalan disampaikan warga dalam pertemuan tersebut, terutama terkait peningkatan jalan lingkungan, pembangunan drainase, penerangan jalan umum (PJU), pengelolaan sampah, hingga kesiapsiagaan menghadapi banjir dan kebakaran.
Pemprov Kalteng mulai menangani Jalan Cempaka Mulia-Kampung Melayu melalui pembangunan box culvert senilai Rp2,424 miliar. DPRD berharap peningkatan badan jalan berlanjut pada tahun berikutnya.
RT 07/RW 10 Kelurahan Panarung dihuni sekitar 200 kepala keluarga. Sejumlah warga disebut masih belum melaporkan administrasi kependudukan kepada pengurus RT.
TPA di kawasan Jalan Veteran, Kelurahan Panarung, Palangka Raya, kerap terdampak banjir saat musim hujan hingga mengganggu kegiatan belajar mengaji anak-anak.
Warga Panarung Palangka Raya meminta pengaspalan Jalan Perjuangan Induk dituntaskan karena sekitar setengah bagian jalan hingga kini masih belum beraspal.
Warga Kelurahan Panarung Palangka Raya mengusulkan penyelesaian pengaspalan jalan, perbaikan drainase, penimbunan lapangan hingga peningkatan fasilitas Posyandu.
Warga Desa Telaga Baru, Kotim, menyampaikan tujuh usulan prioritas dalam reses DPRD Kalteng, mulai dari air bersih, perbaikan jalan dan jembatan hingga sarana mitigasi karhutla.
Program pembangunan senilai sekitar Rp1,09 miliar telah direalisasikan di Desa Telaga Baru, Kotim, meliputi Sanimas, jalan PISEW dan peningkatan tata guna air irigasi.
Anggota MPA Kelurahan Langkai disebut masih menggunakan uang pribadi untuk kebutuhan operasional pemadaman kebakaran. Warga berharap pemerintah memberikan dukungan peralatan dan biaya operasional.
Warga Langkai Palangka Raya mengusulkan peremajaan dua sumur bor dan mesin yang telah berusia sekitar lima hingga enam tahun. Faridawaty menilai fasilitas itu penting untuk kebutuhan air dan antisipasi kebakaran.