Pemko Palangka Raya mengerahkan ekskavator untuk memperdalam parit di Petuk Katimpun karena sumber air pemadaman karhutla mulai menipis. Hingga 21 Agustus 2026 tercatat 306 kejadian karhutla dengan luas 264,79 hektare.
Karhutla di Palangka Raya mencapai 306 kejadian dengan luas terbakar 264,79 hektare. Petugas menghadapi kendala lahan kering, minim sumber air dan karakteristik gambut.
Sejumlah persoalan yang menjadi perhatian meliputi keselamatan masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga pengembangan potensi atlet daerah.
Juru Bicara Pemko Palangka Raya, Jesica Maria Fernanda, mengatakan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin bersama Wakil Wali Kota Achmad Zaini telah mempersiapkan fasilitas berupa ruangan pelayanan oksigen di sejumlah puskesmas sebagai langkah kesiapsiagaan menghadapi dampak gangguan kualitas udara.
BORNEONEWS, Palangka Raya — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distanketpang) Kota Palangka Raya bersama Balai Riset dan Pengembangan Pertanian (BRMP) melaksanakan kegiatan sosialisasi Program…
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengusulkan penambahan sumur bor, embung dan penampungan air portabel untuk memperkuat penanganan karhutla di kawasan gambut.
Puluhan Satgas Karhutla Palangka Raya menjalani pemeriksaan kesehatan. Sejumlah personel mengalami batuk ringan di tengah tingginya paparan asap dan intensitas pemadaman.
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menaruh perhatian khusus pada optimalisasi sektor administrasi kependudukan (adminduk) agar sepenuhnya beradaptasi dengan era digital.
Menanggapi kondisi tersebut, Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya melalui Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) mengambil langkah antisipatif dengan langsung turun ke lapangan membagikan masker kepada masyarakat guna mengurangi risiko gangguan kesehatan.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin meminta dua pejabat pimpinan tinggi pratama yang baru dilantik segera beradaptasi, berdedikasi dan langsung tancap gas menjalankan tugas.
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Achmad Zaini, menyampaikan bahwa integritas sumber daya manusia merupakan fondasi paling krusial dalam menjaga kepercayaan publik.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin merotasi dua pejabat eselon II. Alman Pakpahan menjadi Kadis Dukcapil, sementara Sabirin Muhtar bergeser menjadi Staf Ahli Wali Kota.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Riduan, mengingatkan bahwa paparan asap karhutla secara terus-menerus sangat berbahaya bagi organ pernapasan.