PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun- Maraknya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Barat dikhawatirkan berdampak pada jumlah penderita penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Terkait hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Imanuddin Pangkalan Bun, Fahrudin, menyebut bahwa pihaknya telah meningkatkan kesiagaan.

"Kami sudah antisipasi jika sewaktu-waktu pasien membeludak karena penyakit ISPA. Karena kita tidak tahu sampai kapan kebakaran hutan dan lahan akan berakhir," ujarnya, Kamis (30/8/2018) 

Sejumlah persiapan yang dilakukan oleh RSUD Sultan Imanuddin di antaranya menambah jumlah oksigen, penambahan masker, ruang untuk pasien mulai dari kelas III hingga VIP, ruang isolasi jika dibutuhkan, dan selalu menyiagakan para dokter. 

"Kalau kebakaran seperti ini dokter anak, paru, dan penyakit dalam sudah kami minta untuk siaga. Sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan dokter juga siap melakukan tindakan," ujarnya. (Andreansyah/B-3)