BUNTOK –

BORNEONEWS, Buntok- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Barito Selatan berupaya cegah penyakit Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada musim kemarau.

“Potensi penyebaran penyakit ISPA ini cukup tinggi terlebih saat memasuki musim kemarau karena banyak debu dan asap,” kata Kepala Dinkes Barito Selatan Djul K Palar, Senin (3/9/2018). 

Ia mengatakan, ISPA bisa menyerang siapa saja, khususnya balita serta orang lanjut usia. Sebab daya tahan tubuh mereka kurang stabil. 

Namun, tidak sedikit pula orang dewasa bisa terserang ISPA. Penyakit ini bisa berbahaya jika penanganan yang dilakukan terlambat.  

Ia mengungkapkan, faktor yang mempercepat penularan ISPA yakni pada musim kemarau suhu udara di siang hari cukup panas, banyak debu bertebaran, ditambah asap kendaraan bermotor, serta kabut asap.

--page

Selain itu, penyakit yang sering muncul pada musim kemarau yakni diare. diare. Karena itu, dua penyakit tersebut harus diwaspadai oleh masyarakat.

Dinkes sendiri telah melakukan berbagai upaya antisipasi seperti memberikan obat khusus, mendata warga, dan memberikan perawatan medis kepada pasien diare dan ISPA dengan memberdayakan petugas puskesmas dan posyandu.

“Kita akan mempersiapkan berbagai pencegahan yakni dengan mempersiapkan masker yang dibagikan kepada warga secara gratis,” ucapnya.  

Menurutnya, peran warga sangat penting dalam melakukan pencegahan, yakni dengan menjaga kesehatan diri sendiri.  

Untuk itu, Dinkes tidak bosan-bosan mengimbau warga agar meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat.

--page

Perilaku tersebut, seperti tidak mengonsumsi air tidak layak konsumsi atau air kotor, selalu mengelap dan membersihkan debu serta jika ingin keluar rumah lebih baik menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut. (URIUTU DJAPER/B-3)