BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur dinilai belum siap menghadapi berbagai potensi bencana tahunan.
Anggota Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD Kotim, Pardamean Gultom menyebutkan bencana itu seperti banjir saat musim penghujan dan kebakaran saat musim kemarau.
Gultom menyebutkan, kebakaran hutan dan lahan yang menjadi siklus tahunan ternyata tidak ada perubahan dengan penanganan di tahun 2015 silam.
Kabut asap begitu pekat akhirnya menyelimuti kota Sampit dan sekitarnya terulang lagi. Semestinya sudah ada strategi penanganan yang dirumuskan tim penanggulangan bencana di daerah ini untuk itu.
"Sehingga tim tidak terkesan menunggu dan menanti kedatangan musim kebakaran itu tiba dan baru bertindak," tegasnya, Minggu, 8 September 2019.
--page
Selama ini, kata dia, saat hujan terjadi banjir dan saat kemarau terjadi kebakaran, dengan begitu sangat terlihat tidak ada perencanaan dari pemerintah kabupaten untuk mengantisipasi lebih sigap di setiap tahunnya.
"Begitu juga sebaliknya, ketika musim hujan daerah pelosok pasti terendam banjir, sejak lama itu sudah terjadi. Namun, hingga kini langkah nyata yang sudah dilakukan untuk mengantisipasi dan menanggulangi itu supaya tidak terjadi tidak pernah di paparkan kepada publik," tandasnya
Dia merasa prihatin saat musim kemarau seperti ini penduduk Kotim harus merasakan kabut asap yang berkepanjangan. Ke depan perlu ada kajian strategis lagi yang harus diciptakan oleh ahli untuk mencegah dan menanggulanginya. (NACO/B-2)








