SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Bupati Kotawaringin Timur H Supian Hadi belum bisa menyajikan seluruh struktur keuangan pada APBD 2020. Penyebab, agenda paripurna terlalu cepat dijadwalkan oleh DPRD Kotim.

Itu disampaikan dalam pidato pengantar Bupati Kotim pada rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Kotim Rinie, dengan agenda penyampaian raperda dan nota keuangan tentang APBD 2020, Selasa, 8 Oktober 2019.

Terkait dengan struktur anggaran tersebut, Supian Hadi mengatakan, masih belum memperhitungkan alokasi pendapatan yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK)

Hal ini sesuai dengan amanat Permendagri Nomor 33 tahun 2019 yang menjelaskan bahwa penganggaran dana perimbangan khususnya akan dianggarkan sesuai Peraturan Presiden, yakni mengenai rincian APBN 2020, atau informasi resmi mengenai alokasi DAK 2020 yang dipublikasikan melalui portal Kementerian Keuangan.

Oleh karena itu, apabila Peraturan Presiden terkait dengan DAK dan insentif daerah DAU dan dana alokasi desa dari APBN sudah terbit, maka informasi dana tersebut akan disajikan pada rapat gabungan antara pihak eksekutif dan legislatif.

Sementara itu, sesuai dengan Permendagri Nomor 33 tahun 2019 pula telah mengamanatkan, yakni meminta pemerintah daerah dalam menyusun dan menetapkan APBD 2020 agar tepat waktu, paling lambat 30 November 2019.

"Untuk kita berharap dalam proses penetapan APBD ini nanti dapat kita selesaikan sesuai dengan jadwal yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan," kata Supian Hadi.

Sementara itu, Ketua DPRD Kotim, Rinie memastikan pembahasan itu memasuki pada November 2019. Bahkan itu sudah dijadwalkan melalui badan musyawarah. Namun kapan pastinya ia tidak menegaskan.

"Yang jelas sebelum 30 November 2019 selesai," katanya.

Adapun struktur anggaran APBD 2020:

1.) Pendapatan: Rp 1.544.793.869

Terdiri dari PAD Rp 250.000.000, dana perimbangan Rp 983.687.558, dan lain-lain pendapatan yang sah Rp 311.106.311.

2). Belanja Rp 1.585.701.435

Terdiri dari Belanja Tidak Langsung Rp 926.688.378, Belanja Langsung Rp 659.013.057

3). Defisit Rp 40.907.566 atau 2,65 persen

4). Perkiraaan Penerimaan Pembiayaan Rp 53.907.566

5). Perkiraan Pengeluaran Pembiayaan Rp 13.000.000.000

6). Pembiayaan Netto Rp 40.907.566. (NACO/B-11)