SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Khozaini mendesak agar Pemkab Kotim melalui dinas teknis memperhatikan keberadaan rumah potong hewan (RPH). 

Pasalnya saat ini jumlah dan kondisi RPH yang ada sudah tidak ideal lagi. Maka dari itu pemerintah harus menambah dan meningkatkan fasilitas terutama di Jalan HM Arsyad Sampit

“Saya ingin agar RPH ini memang betul-betul jadi rumah ptong hewan yang representatif sesuai standar, karena di situ semuanya diarahkan untuk melakukan pemotongan hewan,” kata Khozaini, Senin, 10 Februari 2020.

Dia menyebutkan RPH  merupakan salah satu pusat pemotongan hewan guna memastikan daging yang dijual ke masyarakat itu aman dan bebas dari penyakit. 

Dia mengkhawatirkan jika RPH ini tidak dioptimalkan faslitasnya maka daging yang beredar dipasaran juga akan diluar pengawasan.

--page

“RPH ini adalah salah satu bentuk pengawasa dari pemerintah karena hewan yang bisa dipotong itu melalui  tahapan sehingga aman dan tidak berbahaya ketika dikonsumsi masyarakat,” tukasnya.

Dia mengakui untuk jumlah konsumsi daging Sampit di Kotim sangat tinggi. Bahkan permintaan pasar ini terus meningkat setiap tahunnya, apalagi di momentum hari besar tertentu, maka permintaan kadang meningkat diatas perkiraaan.

Selama ini pasokan itu kebanyakan dari luar daerah. Kotim masih belum mampu menjadi swasembada daging, meski potensi dilapangan itu ada. 

"Namun karena kurang maksimalnya pengelolaan itu sehingga saya melihat target swasembada daging itu tidak tercapai," tandasnya. (NACO/B-6)