SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sekretaris Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, Juliansyah angkat bicara mengenai lingkungan sekolah yang terdampak depo sampah. Dia menekankan agar ada solusi dari Dinas Lingkungan Hidup Kotim.

“Sekarang perlu dicari solusinya. Tidak mungkin kita berdebat lagi soal kenapa di situ dan lain sebagainya," kata Juliansyah, Selasa, 11 Februari 2020.

Sekarang harus dipikirkan bersama pikirkan apa solusinya sehingga tidak berbau bagi lingkungan di sekitarya, terutama sekolah.

Juliansyah mengakaui dampak dari sampah itu memang tidak bisa dihindari yakni polusi udara. Namun dia menyakini itu ada solusi. Apalagi bangunan itu masih dalam posisi setengah jadi, sehingga kondisi itu belum sepenuhnya bisa dioperasionalkan.

“DLH sebagai dinas teknisnya yang kita harapkan mampu menyelesaikan persoalan ini," ucapnya.

--page

Sebab anggaran membangunnya cukup besar tidak mungkin dipindahkan lagi, jalan satu-satunya bagaimana agar sampah itu tidak bau menyegat keluar dan menganggu sekolah dan permukiman di sekitarnya.

"Karena tidak mungkin kalau membongkar atau memindahkan depo yang ada. Saya yakin ini bisa diatasi bersama, agar tidak jadi persoalan yang berkepanjangan," tandasnya. (NACO/B-6)