BORNEONEWS, Sampit - Anggota Komisi I DPRD Kotawaringin Timur, Rimbun mendorong agar Pemkab Kotim melakukan inventarisasi desa-desa mana saja yang belum teraliri listrik dari PLN.
Selain itu juga diharapkan ada upaya untuk membuka jaringan listrik, apakah dari perusahaan perkebunan di sekitar atau dari jaringan PLN.
Dia menegaskan, masyarakat harus mendapatkan aliran jaringan listrik. Karena itu merupakan salah satu program dari pemerintah pusat hingga daerah untuk membuka ketertinggalan dan keterisolasian daerah.
"Maka dari itu, PLN hendaknya melihat kondisi masyarakat yang masih terisolir dari listrik itu agar segera membuka jaringan di desa yang dimaksud," kata Rimbun, Rabu, 26 Februari 2020.
Dari itu kata Rimbun harus ada langkah pemerintah untuk membuka ketertinggalan desa-desa yang selama ini masih belum menikmati listrik.
--page
“Jangan hanya melayani pelanggan sekelas perusahaan atau pelanggan premium saja yang diutamakan, tetapi rakyat kecil yang mestinya diprioritaskan oleh PLN yang notabenenya merupakan BUMN dengan tujuan untuk kesejahteraan masyarakat,” kata dia.
Rimbun mengakui ketertinggalan masyarakat akibat tidak ada jaringan PLN sangat terasa. Mereka tidak bisa menonton televisi dan menggunakan peralatan elektronik sebagaimana kondisi zaman.
“Kalau tidak ada PLN itu kehidupan manusia jauh tertinggal, maka dari itulah saya merasa prihatin dan mendesak bagaimana upaya kita bersama-sama dengan pemerintah membuka akses PLN ke daerah-daerah terpencil ini," tutupnya. (NACO/B-5)








