SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Camat Cempaga, Dedi Purwanto berharap kepada Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) membantu pembebasan lahan yang masuk Hutan Produksi Konversi (HPK) agar bisa dikembangkan menjadi pertanian padi oleh kelompok tani di Desa Jemaras.

"Kami sangat berharap bisa dibantu pemerintah terkait pembebasan lahan tersebut. Sehingga kelompok tani di daerah ini bisa mengembangkan," ujarnya, Selasa, 17 Maret 2020.

Harapan ini bukan tanpa sebab, karena dia ingin agar padi menjadi program unggulan di desa ini. Sehingga berpengaruh besar terhadap kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan perekonomian warga.

"Kami sangat berharap padi menjadi unggulan di desa ini. Mudah-mudahan secara bertahap pembebasan lahan HPK bisa terealisasi nantinya," katanya.

Saat ini di desa ini sudah dilakukan pengembangan pertanian padi pada 35 hektare lahan. Bahkan mereka sudah melakukan panen perdana pada tahun ini yang hasil per hektare sekitar 3,4 ton.

--page

Selain Desa Jemaras, pihak kecamatan juga meminta kepada seluruh desa di wilayah tersebut menggali potensi yang bisa dikembangkan dan menjadi unggulan, sehingga bisa membantu perekonomian masyarakat nantinya.

"Saya harap disejumlah desa juga berinovasi, untuk mencari program yang diunggulkan, sehingga menjadi sumber perekonomian masyarakat," harapnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)