BORNEONEWS, Sampit - Sekretaris Komisi II DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Juliansyah merespon apa yang dikeluhkan masyarakat yakni kenaikan harga sembilan bahan pokok.
Kenaikan ini diharapkan bisa menjadi catatan dan fokus tugas dari pemerintah kabupaten untuk mengatasinya, karena dia mengakui jika sejauh ini kondisi di masyarakat cenderung masih stabil.
“Sejauh ini yang dikeluhkan masyarakat harga kebutuhan pokok di daerah pelosok yang naik. Ya, alasan penjual karena memang dari kota Sampit harga juga mengalami kenaikan," katanya, Rabu, 8 April 2020.
Di satu sisi Pemkab Kotim sudah menyatakan stok sembako untuk daerah ini aman, namun mengapa kenaikan harga ini terjadi.
"Artinya ini dilakukan secara sepihak oleh oknum di pasaran. Saya menekankan kepada kinerja Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk fokus menekan harga kebutuhan pokok itu," tegasnya.
--page
Karena instansi itu yang punya tugas ini maka mereka selama wabah virus ini harus betul-betul fokus mengawal kondisi pasar. Pemerintah merupakan harapan dari masyarakat untuk menjadi pemecah masalah ditengah kondisi sekarang.
Juliansyah juga menekankan agar Pemkab Kotim khususnya dinas teknis itu konsisten mengurus kondisi pasar dan menjamin stabilisasi harga di tengah wabah ini.
Meski ada kenaikan harga, tapi jangan terlalu membuat masyarakat menjerit. Apalagi banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan. (NACO/B-6)








