PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemko Palangka Raya sengaja tidak memesan masker medis untuk dibagikan kepada warga. Namun pemerintah memilih memberdayakan pelaku UMKM untuk memproduksinya.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan, kebijakan tersebut merupakan salah satu solusi untuk mengembangkan perekonomian kreatif yang diperankan oleh pelaku usaha kecil seperti pengusaha UMKM di wilayah setempat.

"10 ribu masker olahan pelaku UMKM kemaren sudah dibagikan, sekarang terjawab alasan kenapa kita tidak pesan masker medis dalam jumlah banyak untuk dibagikan," katanya, Jumat 17 April 2020.

"Lebih baik memberikan tambahan penghasilan untuk pengusaha lokal kita dengan kualitas produksi yang ditingkatkan," ucapnya.

Ada beberapa keuntungan serta keunggulan dari masker yang diproduksi oleh tangan kreatif ini. Misalnya, masker bisa digunakan berkali-kali dengan syarat sering dicuci setelah maksimal 4 jam penggunaan.

--page

Selain itu, banyaknya produksi masker yang dibiayai oleh pemerintah ini membantu perekonomian warga pelaku usaha kecil ditengah merebaknya wabah Covid-19 guna memenuhi kebutuhan sehari-hari. (HENDRI/B-5)