SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Saat ini Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tengah terbagi dua penanganan, karena sedang darurat virus Corona atau Covid-19 dan juga banjir.

"Meski saat ini di Kotim sedang darurat Covid-19, namun kami juga tidak kesampingkan warga yang terdampak musibah Banjir dan tentu kami fokus tangani keduanya," ujar Bupati Kotim, Supian Hadi, Minggu, 10 Mei 2020.

Pihaknya sudah mulai mendistribusikan bantuan kepada masyarakat yang terdampak banjir, terutama yang sudah diterima data lengkapnya dari pihak desa.

Bahkan beberapa hari lalu, Supian juga memantau langsung kondisi banjir di Desa Sudan, Kecamatan Cempaga Hulu guna mengetahui langsung keluhan dari masyarakat.

"Yang pasti kami terus berupaya untuk mengatasi segala bentuk musibah yang dialami masyarakat, karena ini adalah tanggungjawab saya sebagai seorang bupati," katanya.

--page

Dia juga meminta masyarakat yang memang harus mengungsi akibat banjir diminta untuk tetap mematuhi protokol atau imbauan pemerintah terkait Covid-19. Sehingga tetap mengutamakan jaga jarak dan gunakan masker agar tidak terpapar virus berbahaya tersebut.

"Alhamdulilah tidak ada yang mengungsi besar-besaran. Namun ada beberapa masyarakat yang terdampak banjir tinggal dotempat keluarga mereka guna mengantisipasi segala kemungkinan yang terjadi," terangnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)