BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus melakukan persiapan antisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Salah satunya yakni menggelar apel siaga darurat bencana penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), di halaman Markas Batalion B Pelopor Satbrimob Polda Kalimantan Tengah (Kalteng).
"Kegiatan ini digelar, untuk mengantisipasi terjadinya Karhutla di Kotim. Karena setiap musim kemarau, daerah ini rawan terjadi Karhutla," ujar Bupati Kotim Halikinnor, Selasa, 02 Maret 2021.
Dirinya mengatakan bahwa tidak ingin pada saat musim kemarau seperti 2019 lalu. Karena jumlah Karhutla terjadi sebanyak 247 kali. Dengan luasan 2.052,66 hektare yang terbakar.
Sementara, pada 2020, jumlah kejadian Karhutla yakni 122 kali, dan luasan lahan yakni 271,82 hektare. Sehingga, di 2021 ini, diharapkan kasus kebakaran tidak terjadi.
--page
Hal itulah yang menjadi perhatian pihaknya dan diharapkan seluruh pihak bisa terlibat dalam mengantisipasi terjadinya Karhutla di Kotim.
"Saat ini persiapan lebih baik dari tahun lalu kami lakukan, terutama peralatan pemadaman, armada, personel, sumur bor, pos lapangan, dan penyebaran personel merta di 17 kecamatan di Kotim," kata Halikinnor.
"7 pos lapangan juga sudan terbangun, agar tim bisa bergerak cepat jika terjadi Karhutla," terang Halikinnor. (MUHAMMAD HAMIM/B-7)









