SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), H.Rudianur berharap agar pemerintah kabupaten membuka terobosan baru untuk peningkatan pendapatan asli daerah. 

Sebab, dirinya melihat belum ada terobosan dan langkah baru untuk meningkatkan dan membuka potensi baru PAD Kotim itu.

“Selama ini PAD kita yang dikejar hanya berkutat dalam wilayah yang sudah digali dan ada sebelumnya," kata Rudianur, Kamis, 18 Maret 2021.

Harusnya daerah harus cari peluang baru dan sumber yang lebih besar lagi. Jangan hanya mengerjar sektor kecil-kecilan saja.

Menurut Rudianur, selama ini  pemerintah kabupaten hanya mengejar potensi yang kecil. Misalnya dari sektor usaha makan dan minum, usaha perparkiran. Sedangkan ada potensi usaha yang bisa digarap dan menjanjikan untuk mendongkrak PAD Kotim.

--page

“Kita ini belum punya sumber PAD yang mumpuni. Padahal kita perlu itu untuk pembiayaan pembangunan daerah ini. Misalnya daerah punya usaha sektor perkebunan, punya usaha jasa kontruksi atau usaha pengolahan hasil kelapa sawit atau bahkan karet. Entah apa faktornya ini tidak bisa digarap oleh kita," ucapnya.

Menurut Rudianurbpemerintah bisa saja sebenarnya mengelola dan membuka peluang itu. Paling modal yang diperlukan kisaran puluhan miliaran. 

Tetapi anggaran itu tidak habis pakai begitu saja tentunya ada feedback yang masuk ke dalam kas daerah.

Ia menyebutkan kondisi anggaran di Kotim ini sangat bergantung kepada dana transfran dari pemerintah pusat. Terutama ditengah kondisi pandemi seperti ini, sangat terasa. 

Bahkan banyak program pembangunan tidak bisa dilaksanakan akibat adanya kebijakan refocusing anggaran daerah. Namun seandainya ada dana daerah sendiri bersumber dari PAD maka refocusing ini tidak terlalu membuat program terkendala. (NACO/B-6)