SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat ini masih menyusun strategi untuk melakukan razia minuman keras (miras) terutama terhadap toko besar dan pabrik produsen miras lainnya. 

"Setelah pengungkapan pabrik miras kemaren, kami segera melakukan rapat evaluasi. Guna menyusun strategi agar saat pelaksanaan razia miras tidak bocor," ujar Bupati Kotim, Halikinnor, Jumat, 23 April 2021. 

Dia mengatakan produsen miras yang sudah dibongkar kemungkinan hanya sebagian kecil saja, karena diduga masih ada pabrik yang lebih besar lagi yang belum terjamah. 

Sehingga yang masih dilakukan pencarian keberadaannya agar peredaran miras bisa ditekan dan tidak merusak generasi muda daerah ini. 

"Kami akan berupaya maksimal untuk membongkar peredaran miras di daerah ini," katanya. Pihaknya juga saat ini masih mencari strategi yang tepat untuk merazia toko miras di wilayah perkotaan yang belum terjamah.

--page

Hal itu disebabkan beberapa kali dilakukan razia, pedagang tersebut mengetahui, sehingga saat tim datang toko sudah tertutup, dan seperti tidak ada penghuninya.

"Hal ini yang masih menjadi PR kami dan tentu kami akan semaksimal mungkin agar toko miras tersebut dapat dirazia," terangnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)