SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengerahkan sejumlah ekskavator untuk mengeruk sejumlah drainase dan parit di wilayah permukiman padat penduduk yang tersumbat.

Hal ini dilaksanakan sebagai langkah dari pemerintah agar tidak lagi terjadi banjir di wilayah perkotaan, seperti saat hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

"Sudah mulai bekerja tim di lapangan. Terutama membuka akses parit yang tertutup, agar air bisa mengalir lebih lancar," ujar Bupati Kotim, Halikinnor, Senin, 17 April 2021.

Kelurahan Sawahan menjadi wilayah yang utama dilakukan penanganan, karena di daerah ini banyak lokasi parit yang tersumbat, sehingga harus dikeruk dan ditembuskan ke sejumlah parit lainnya yang lebih besar.

Sejumlah sampah yang menutup drainase juga dikeruk agar air bisa lebih lancar mengalir, dan jika hujan deras turun dalam waktu lama, bisa terhindar dari banjir.

--page

"Mudah-mudahan dengan pengerukan drainase bisa membuat permukiman bebas dari banjir dan hal itu juga merupakan program kami saat maju sebagai Bupati Kotim untuk membuat Sampit bebas banjir," terangnya. (MUHAMMAD HAMIM/B-6)