BORNEONEWS, Sampit - Ketua DPRD Kotawaringin Timur (Kotim), Rinie Anderson menyebutkan saat ini banyak masyarakat sudah beralih untuk bertanam kelapa sawit.
Untuk itu, pemerintah kabupaten didorong untuk menyiapkan pasar hasil kelapa sawit masyarakat ini. Termasuk juga harus adanya jaminan pabrik milik swasta bisa menerima hasil perkebunan milik warga tersebut.
“Sekarang masyarakat lagi berubah trend untuk berkebun ke kelapa sawit, ini mesti dipikirkan bagaimana pemasarannya kedepan, apakah ada jaminan setiap PKS di Kotim ini bisa menampung," kata Rinie, Rabu, 26 Mei 2021.
Karena itu pemerintah kabupaten pada saatnya memikirkan hal tersebut dengan menjajakkan investor untuk bisa berinvestasi dalam industri hilir pengolahanya di Kotim.
Industri hilir itu diharapkan mampu menghasilkan produk yang berasal dari kelapa sawit, misalnya, minyak goreng, alat kosmetik dan lain sebagainya.
--page
Ia mengatakan, manfaat pembangun pabrik kelapa sawit tersebut untuk menyelamatkan petani kelapa sawit lokal. Pabrik ini nantinya dapat membantu petani lokal untuk menjual hasil panen kebun sawit secara mudah, tidak seperti terjadi sekarang.
Ia juga meminta pemerintah daerah tidak takut gagal. Jika belum mampu mandiri, maka BUMD bisa bekerja sama dengan pihak ketiga. (NACO/B-7)









